Dua Nelayan Flores Timur Terancam Hukuman Mati
Pelaku bom ikan saat diamankan polisi
Dua Nelayan Flores Timur Terancam Hukuman Mati
Barang bukti bom ikan
Carlens
12 Mar 2024 19:34 WITA

Dua Nelayan Flores Timur Terancam Hukuman Mati

KUPANG, Nttzoom-Dua nelayan asal Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil diamankan aparat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTT pada 11 Maret 2024 di perairan Sulewaseng oleh Crew KPP Timor XXII 3016 sekira pukul 10.30 Wita.

Kedua nelayan yang berhasil amankan yakni, YS dan AA. Keduanya diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak seperti bom rakitan.

"Kami berhasil mengamankan kedua pelaku, yakni YS dan AA karena diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom rakitan)," kata Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution kepada nttzoom.com, Selasa (12/3).

Dijelaskan Irwan, atas perbuatan itu, kedua pelaku diancam pidana dengan pasal 1 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api (Senpi) Jo Pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UU No 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 2004 Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

"Para pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup dan hukuman mati," ungkapnya.

*Kronologi Kejadian

Pada 9 Maret 2024, crew KP P. Timor XXII 3016 menerima informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan rakitan) di sekitar perairan Sulengwaseng, Kec. Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Crew KP. P. Timor XXII-3016 langsung melakukan penyelidikan dan pada 11 Maret 2024, sekra pukul 07.00 Wita, komandan KP. P. Timor XXII 3016 menerima laporan dari tim lapangan bahwa telah terlihat aktifitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom) ikan di perairan Sulengwaseng.

Tak tunggu lama, tim patroli langsung bergerak ke locus delicty dan sekitar jam 10.30 wita, tim patroli berhasil mengamankan sebuah kapal tanpa nama, barang bukti dan dua orang terduga pelaku berhasil diamankan sementara tiga pelaku lainnya melarikan diri.

Ketiga pelaku yang melarikan diri saat ini masih dalam pengejaran Ditpolairud Polda NTT. Ketiga pelaku yang melarikan diri di antaranya, MS, SB dan AK.

"Tiga pelaku lainnya saat dihampiri tim patroli langsung melarikan diri serta masih dalam pengejaran. Dan dua pelaku yang sudah diamankan itu selanjutnya dibawa ke KP.P. Timor XXII-3016 untuk diproses lebih lanjut," ungkapnya.

Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu satu unit perahu tanpa nama, delapan botol bom ikan siap dipakai, 12 botol bom ikan yang belum dirakit, 31 sumbu pemicu, satu selang sumbu berukuran 30 centimeter, 11 irisan karet sandal penyumbat botol bom, dua buah pemantik gas, satu korek api merk pelangi, satu buah gunting, satu buah kepala busi kompresor, dua roll selang kompresor, dua buah dakor, dua buah keranjang anyaman, satu box ikan warna kuning, empat buah bulket nilon, satu ember berukuran kecil warna biru dan 700 ekor ikan jenis campuran hasil tangkapan menggunakan bahan peledak.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai