Dua Warga Hilang, Satu Tewas dalam Longsor Kampung Tuwa Manggarai Timur
Aparat gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (23/1/2026) malam. 
Redaksi
25 Jan 2026 11:24 WITA

Dua Warga Hilang, Satu Tewas dalam Longsor Kampung Tuwa Manggarai Timur

Manggarai Timur, NTTzoom.com— Bencana tanah longsor menerjang Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat (23/1/2026) malam. 

‎Peristiwa yang dipicu hujan deras disertai angin kencang ini menyebabkan empat rumah warga tertimbun material longsor, menewaskan satu orang serta membuat dua warga dinyatakan hilang.

‎Berdasarkan data sementara, empat warga menjadi korban. Dua orang masih tertimbun longsor dan dinyatakan hilang. 

‎Sementara dua korban lainnya sempat dievakuasi ke Puskesmas Benteng Jawa, namun satu di antaranya, Albina Ria, dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Manggarai Timur bersama Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas Manggarai Barat, Brimob Kompi B Pelopor Manggarai, TNI-Polri, serta relawan langsung melakukan pencarian korban sejak pagi hari.

‎Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto, mengatakan, fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih tertimbun serta mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan bencana. Prioritas utama adalah pencarian korban dan pengamanan warga,” ujar AKBP Haryanto.

‎Namun, proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem, keterbatasan peralatan, serta kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan. Pencarian akan dilanjutkan setelah alat berat tiba dan cuaca memungkinkan.

‎Sebagai langkah antisipasi, warga di sekitar lokasi longsor telah diungsikan, sementara Kantor Desa Goreng Meni difungsikan sebagai posko tanggap darurat.

‎Sementara itu, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

‎“Kami mengingatkan masyarakat agar menghindari wilayah rawan longsor, terutama saat hujan deras. Jika melihat tanda-tanda alam berbahaya, segera mengungsi ke tempat aman,” katanya.

‎Hingga kini, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi bencana sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian dua korban yang masih hilang. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai