Enam Kursi Partai Gerindra Menuju Pilgub NTT 2024
Esthon Foenay
Redaksi
11 Jun 2021 16:36 WITA

Enam Kursi Partai Gerindra Menuju Pilgub NTT 2024

KUPANG, NTTZOOM-Partai Gerindra sebagai salah satu partai besar di Provinsi NTT, belum mau bicara tentang pencalonan di Pemilihan Gubernur NTT tahun 2024 mendatang. 

Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay yang diwawancara mengatakan, saat ini seluruh kekuatan Partai Gerindra NTT masih diarahkan untuk membantu penanganan dan pemulihan sejumlah masalah di NTT. 

"Belum bicarakan (calon gubernur)," kata mantan Wakil Gubernur NTT itu. 

Kata Esthon, Partai Gerindra secara berjenjang hingga organisasi sayap, terus berupaya untuk selalu ada di tengah masyarakat. "Masih konsentrasi di Bencana Seroja dan Pandemi Covid-19. Dan, upaya-upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran di NTT," sambung Esthon. 

Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu saat ini memiliki enam kursi di DPRD Provinsi NTT. Sebelumnya pada Pileg 2014, Gerindra mengemas delapan kursi, sehingga berhak atas satu kursi Wakil Ketua DPRD NTT. Namun pada Pileg 2019, Gerindra kehilangan dua kursi, masing-masing dari Daerah Pemilihan VIII yang meliputi Kabupaten TTS dan Dapil I yang meliputi Kota Kupang. 

Selain kursi DPRD, Partai Gerindra juga pernah menduduki wakil gubernur pada periode 2008-2013, yakni Gubernur Frans Lebu Raya-Esthon Foenay dengan tagline FREN. 

Pada Pilgub NTT 2013-2018, Paket FREN pecah. Frans Lebu Raya menggandeng Beny Litelnoni dengan tagline FRENLY yang diusung PDI Perjuangan. Sementara Esthon Foenay menggandeng Paul Tallo yang merupakan jago Partai Gerindra dan Partai Damai Sejahtera (PDS). 

Pilgub 2013 membuat konstelasi politik di NTT begitu panas. Selain dua paslon tersebut, masih ada Beny K. Harman-Welem Nope yang didukung Partai Demokrat, lalu Ibrahim Agustinus Medah-Melki Laka Lena yang diusung Partai Golkar. Menariknya, Christian Rotok-Paul Liyanto juga lolos sebagai paslon dari jalur independen. 

Paket FRENLY akhirnya memenangkan pilgub NTT 2013. Sementara Esthon-Paul urutan kedua. 

Namun konstelasi politik NTT kembali berubah drastis ketika pilgub 2018. Esthon Foenay yang kembali dijagokan Gerindra, mendapuk Christian Rotok sebagai calon wakilnya dengan tagline Esthon-Chris. Di sisi lain, Beni Harman dari Demokrat masih tetap bersaing dengan menggandeng Beni Litelnoni sebagai calon petahana. 

Sementara dua paslon lainnya merupakan pendatang baru di pilgub NTT, yakni Marianus Sae-Emelia Nomleni dan Viktor Bungtilu Laiskodat-Jos Nae Soi. 

Pasca ditangkapnya Marianus Sae oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ketika itu masih menjabat Bupati Ngada, persaingan menuju Gedung Sasando semakin hangat. Hasilnya, Pilgub NTT 2018 dimenangkan Viktor Laiskodat-Jos Nae Soi yang mengusung tagline Victory-Jos. Perolehan suara terbanyak diikuti Marianus Sae-Emi Nomleni di urutan kedua dan Esthon-Chris di urutan ketiga. Sementara Beni-Beny di posisi buntut.(cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai