Kupang, NTTzoom.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong optimalisasi pemanfaatan panas bumi di Pulau Flores sebagai solusi energi bersih berkelanjutan di tengah ketergantungan global pada bahan bakar fosil.
Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Viktor Manek, menilai NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, terutama dari sektor geothermal, yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menjamin keberlanjutan pasokan listrik di masa depan.
“NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar,” ujarnya.
Menurut Viktor, pemanfaatan geothermal telah terbukti di sejumlah daerah di Indonesia seperti Dieng dan Manado. Karena itu, pengembangan panas bumi di Flores perlu didukung teknologi memadai, perlindungan lingkungan yang ketat, pelibatan masyarakat, serta keterbukaan informasi agar masyarakat memahami manfaat dan prosesnya.
Ia juga meluruskan kekhawatiran masyarakat yang mengaitkan geothermal dengan kasus lumpur Lapindo. Viktor menegaskan karakteristik panas bumi berbeda secara geologi dan operasional, karena berada di lapisan batuan keras pada kedalaman 1.000–3.000 meter, serta menggunakan sistem sirkulasi fluida tertutup yang dikembalikan ke reservoir.
“Potensi yang ada jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Viktor.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung pengembangan geothermal di Flores sebagai bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal.
“Geothermal merupakan salah satu sumber energi bersih yang sangat potensial untuk mendukung ketahanan energi di Flores dan NTT secara umum. PLN berkomitmen memastikan pengembangannya dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial,” ujarnya.
Pengembangan geothermal dinilai tidak hanya memperkuat cadangan energi listrik, tetapi juga berpotensi menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di wilayah Flores. (es)
Dapatkan sekarang