Gubernur NTT Tantang Wartawan Ungkap Kasus TPPO 
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat foto bersama ketua dan panitia VIVAT di Hotel Aston Kupang
Carlens
04 Nov 2021 19:17 WITA

Gubernur NTT Tantang Wartawan Ungkap Kasus TPPO 

KUPANG, NTTZOOM-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menantang para jurnalis untuk menulis soal Tindak Pidana Perdagaan Orang (TPPO).

Hal ini disampaikan Viktor Laiskodat Kamis (3/11) di Hotel Aston Kupang saat membuka secara resmi seminar pelatihan media dan pembentukan Jejaring Jurnalis. 

Dijelaskan, banyak kasus perdagangan perempuan dan anak yang terjadi sejak dahulu dan hingga saat ini masih terus terjadi. Oleh karena itu lanjut Viktor, jurnalis harus berani menulis hal buruk soal TPPO. 

"TPPO memang sudah ada sejak dulu hingga saat ini. Banyak ibu dan anak yang jadi korban. Saya ajak para jurnalis untuk berani menulis tentang TPPO ini," ungkap Viktor. 

Penegasan Viktor ini disampaikan di hadapan puluhan wartawan yang mengikuti seminar pelatihan media dan pembentukan jejaring jurnalis. 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Zero Human Trafficking Network (ZHTN). ZHTN merupakan koalisi masyarakat sipil yang l terdiri dari 43 Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia dari berbagai latar belakang profesi dan keagamaan yang bekerja pada tingkat akar rumput, nasional, dan Internasional berkaitan dengan isu-isu kemanusian, khususnya perdagangan manusia. 

Viktor juga mengaku mendukung penuh kegiatan VIVAT dan misi zero human trafficking yang berjuang menghapus berbagai kasus TPPO di NTT.

Viktor menambahkan, kasus TPPO di NTT terus meningkat karena itu peran jurnalis menjadi penting untuk membongkar kasus TPPO di NTT. 

"Kasus TPPO di NTT ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Saya berharap jurnalis berani membongkar kasus TPPO di NTT ini," ungkap Viktor. 

Sementara Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menjelaskan, peran media menjadi sangat penting, sehingga harus membutuhkan investigasi oleh para media. 

"Berbagai kasus TPPO sulit terbongkar. Para calo bahkan oknum polisi juga ikut terlibat di dalamnya. Karena itu peran media menjadi garda utama untuk membongkar kasus TPPO," jelas Wahyu.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai