Kupang, NTTzoom.com — Pergerakan penumpang di Bandar Udara Internasional El Tari Kupang masih menunjukkan tren peningkatan signifikan hingga H+2 Lebaran 2026, dengan kenaikan mencapai 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Angkasa Pura Indonesia mencatat, selama dua belas hari pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 sejak 13 hingga 24 Maret, total pergerakan penumpang mencapai 42.295 orang.
General Manager Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan angka tersebut meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 33.548 penumpang.
“Peningkatan tersebut tergambarkan lewat hasil rekapitulasi statistik Angkutan Lebaran 2026, di mana selama dua belas hari pelaksanaan posko, total pergerakan penumpang mencapai 42.295 penumpang,” ujar Teguh.
Selain itu, pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan signifikan, yakni mencapai 33 persen.
“Selama dua belas hari posko terdapat 460 pergerakan pesawat, sedangkan tahun lalu hanya 346 pergerakan pesawat,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 4.691 orang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 atau H+6 dengan jumlah penumpang sekitar 3.819 orang.
Meski terjadi peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat, kondisi operasional di Bandara El Tari Kupang hingga H+2 Lebaran terpantau tetap kondusif.
“Seluruh personel di lapangan telah melakukan implementasi 3S + 1C, yakni safety, security, service, dan compliance, serta hospitality dalam setiap pemberian layanan kepada pengguna jasa,” jelas Teguh.
Selain itu, pihak bandara juga mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara guna menghindari keterlambatan.
“Para calon penumpang telah melaksanakan imbauan untuk tiba di bandara dua jam lebih awal,” katanya.
Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Bandara El Tari Kupang juga menghadirkan berbagai kegiatan selama periode Lebaran.
“Kami mengadakan thematic event seperti Safari Ramadhan, pembagian takjil, fashion show Islami, dan marawis untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang,” tambah Teguh.
Di sisi lain, aspek keamanan dan ketertiban juga terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
“Komunikasi dengan stakeholder di bidang keamanan terus dilakukan dengan dukungan penuh dari TNI AU, TNI AL, dan Kepolisian,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama AirNav Indonesia, BMKG, Basarnas, serta maskapai penerbangan untuk memastikan keselamatan operasional tetap terjaga.
“Koordinasi yang intens dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional berjalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku,” pungkas Teguh.
Dapatkan sekarang