HIPMI Pusat Ambilalih HIPMI NTT
Utusan BPP HIPMI Pose Bersama Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan HIPMI NTT di Hotel Aston Kupang, Senin (4/10)
Carlens
05 Oct 2021 16:38 WITA

HIPMI Pusat Ambilalih HIPMI NTT

* Fahmi: Sudah ada Tiga Nama yang Siap Bertarung

* Arthur: Kepengurusan Kolegtif Kolegial

KUPANG, NTTZOOM-Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI) resmi ambil alih kepengurusan Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi NTT. 

BPP HIPMI mengutus Herman Heizer sebagai Karateker untuk menggantikan Arthur Lay sebagai Ketua Umum BPD HIPMI NTT. 

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina (KDP) BPD HIPMI NTT Fahmi Abdullahi kepada nttzoom.com, Selasa (5/10) usai rapat bersama utusan BPP HIPMI di Hotel Aston, Senin malam. 

Menurut Fahmi, BPP mengambil alih kepengurusan karena Arthur Lay tidak bisa melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dan beberapa agenda wajib HIPMI. Bahkan Fahmi menyebut, Arthur menghilang sampai saat ini. Sehingga rapat tersebut juga untuk agenda pembenahan HIPMI. 

"Karataker segera melaksanakan agenda wajib Muscab di seluruh kabupaten dan Musda. Arthur dan Yuston
(Yohanes Agusto Masteriano,Sekretaris Umum HIPMI NTT) dianggap gagal memimpin HIPMI NTT," beber Fahmi lagi. 

Fahmi yang juga mantan Ketua Umum BPD HIPMI NTT itu menjelaskan BPP menunjuk karataker BPD HIPMI NTT karena sudah dua tahun masa kepengurusan berakhir, Arthur Lay tidak melakukan Musda (sejak akhir November 2020). 

BPP menunjuk Herman Heizer sebagai Ketua Karataker BPD HIPMI NTT, dimana Herman sebelumnya adalah Ketum HIPMI Sulawesi Selatan. Saat ini menjabat sebagai Korwil Indonesia Timur. 

Dalam rapat itu juga disepakati untuk mempercepat agenda Muscab seluruh BPC di NTT yang telah expired masanya. 

"Segera setelah Muscab selesai, lanjutkan dengan Musda provinsi. Sudah ada tiga nama yang siap bertarung. Ihsan Darwia, Heru Dupe  Wilson Liyanto," sebut Fahmi yang menambahkan, tindakan ini dilakukan untuk mengembalikan marwah dan panji-panji HIPMI NTT. 

Sebelumnya pada Oktober 2019, sejumlah pengurus BPC HIPMI Kabupaten di NTT melayangkan surat mosi tidak percaya kepada pengurus BPD HIPMI NTT yang dipimpin Arthur Lay. Masalah tersebut kemudian menimbulkan pro dan kontra. 

Sekretaris Umum BPD HIPMI NTT demisioner Yohanes Agusto Masteriano yang dikonfirmasi terpisah, mengakui adanya kareteker tersebut. Yuston, sapaan dia mengatakan, dirinya sudan menjadi pengurus di BPP. 

"Memang betul (Karateker). Di dalam AD/ART mengatakan, masa kepengurusan tiga tahun tambah tiga bulan. Kalau lewat itu, BPP ambil alih, karateker. Memang sudah lama ketum (Arthur Lay) menghilang. Alasan sakit. 

Arthur Lay yang dikonfirmasi terpisah nttzoom.com menjelaskan, masa kepemimpinannya baru berakhir Desember 2020. 

Sehingga jika ditambah tiga bulan, baru berakhir sekira Maret 2020. Menurut Arthur, pada pertengahan 2020 (Juni/Juli) dirinya menyampaikan secara lisan kepada BPP bahwa dirinya sedang dalam proses penyembuhan karena sakit, sehingga dia meminta untuk posisinya diganti. 

"Bulan Agustus 2020 itu baru saya kasi surat tertulis. Jadi sebelum purna tugas saya berikan surat tertulis. Dan itu sebelum berakhir masa kepengurusan (8 bulan).
Surat tersebut sudah diterima oleh BPP, Fungsionaris BPD NTT dan Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan," jelas dia. 

Karena kepengurusan adalah kolektif kolegial, sehingga seharusnya bisa dilanjutkan oleh sekretaris umum, wakil ketua dan lainnya. Karena kepengurusan adalah kolektif kolegial, sehingga bila Ketua Umum berhalangan maka seharusnya bisa dilanjutkan oleh Wakil Ketua Umum. 

Ditanya terkait penilaian bahwa dirinya gagal menjalankan roda organisasi, Arthur jelaskan, sejak 2018 dirinya sudah membentuk koordinator wilayah untuk melancarkan Muscab di kabupaten/kota. Di antaranga Korwil Flores, Timor, Sumba dan Rosalor (Rote, Sabu dan Alor). 

"Kalau ditanya, kenapa belum Musda, kan masih ada Sekretaris Umum, Wakil Ketua dan Lainnya," kilah Arthur.(cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga