* Kolaborasi dengan Investor Lokal dan Bangun Pabrik
KUPANG, NTTZOOM-Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 39 Tahun 2022 tentang
Tata Niaga Komoditas Perikanan pada tanggal 12 Januari 2022, melarang ekspor rumput laut dari Provinsi NTT.
Menyikapi Pergub tersebut, Bobby Lianto selaku Ketua Umum (Ketum) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Yusak Benu sebagai Koordinator Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin NTT yang juga adalah Ketum HIPMI Kota Kupang pada 7 Desember 2022 melaporkan perkembangan investasi dan pembangunan Pabrik Rumput Laut di Batakte Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.
Ketum Kadin NTT, Bobby Lianto menjelaskan, para investor dari Hongkong dan RRT berkolaborasi dengan investor lokal NTT membentuk perusahaan PT. Bumi Biru Sejahtera yang akan membangun pabrik rumput laut di NTT tepatnya di Batakte Kabupaten Kupang.
Dijelaskan Bobby, saat ini PT. Bumi Biru Sejahtera (BBS) telah membeli lahan seluas 2.2 Ha dan sudah melakukan cut & fill serta pematangan lahan, dan sedang mengurus segala administrasi dan perijinan
terkait untuk pabrik rumput laut.
"PT. BBS juga telah menyewa gudang besar seluas 800 m2 di Pergudangan Pitoby Jl. Yos Sudarso-Alak," ungkap Bobby.
Untuk menjadi gudang pembelian bahan baku rumput laut Katoni, Bobby Lianto juga menjelaskan bahwa PT.BSS telah menyetorkan sejumlah dana sebagai komitmen dalam pembangunan pabrik rumput laut dan saat ini PT.BBS juga mengantongi izin untuk dapat membeli dan mengirim bahan baku rumput laut selama pembangunan pabrik tersebut.
"Untuk itu PT. BBS akan membeli Semua rumput laut di seluruh NTT," bebernya.
Bobby Lianto Juga menyampaikan bahwa Kadin NTT menyambut baik adanya Pergub tersebut, dengan alasan industri rumput laut akan tumbuh di NTT.
"Sudah ada beberapa investor yang masuk dan berminat membangun pabrik rumput laut di NTT," sambungnya.
Menurut dia, NTT masih punya banyak komoditi unggulan yang harusnya bisa dibangun industrinya di NTT, supaya kita tidak hanya mengirim bahan baku ke luar NTT. Contohnya, mente, kopi, kakao, kelapa dan lain-lain," tambahnya.
Kata Bobby, dengan semakin banyak dibangunnya industri/pabrik di NTT akan membuka banyak lapangan kerja dan menambah nilai dari komoditi yang ada di Provinsi NTT.
Selanjutnya, Michael Wang, President Direktur PT. Bumi Biru Sejahtera mengatakan, pihaknya menyatakan sikap untuk membeli semua bahan baku rumput laut dari berbagai daerah yang ada di seluruh NTT.
Ini menjadi jawaban bagi para petani rumput laut yang sebelumnya mengeluh tidak dapat menjual rumput lautnya akibat Pergub tersebut.
"Kami siap membeli semua rumput laut yang berada di seluruh NTT berapapun jumlahya," tandas dia.(*/jem/cd3/mz)
Dapatkan sekarang