Istri Gubernur Viktor Launching Vaksinasi Goes to School
Julie Laiskodat saat launching vaksinasi Goes to School di SMK Negeri 3 Kota Kupang
Carlens
24 Aug 2021 17:55 WITA

Istri Gubernur Viktor Launching Vaksinasi Goes to School

KUPANG, NTTZOOM-Vaksinasi Covid-19 di Kota Kupang mulai dilaksanakan di sekolah-sekolah, dengan menyasar kalangan pelajar. Demi percepatan vaksinasi ini, istri gubernur NTT yang juga Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat melaunching kegiatan tersebut di SMK Negeri 3 Kupang, Selasa (24/8). 

Vaksinasi Goes to School tersebut terselenggara berkat kerja sama lintas instansi, antara PKK NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Rumah Sakit di Kota Kupang serta pihak sekolah. 

Program vaksinasi Covid-19 Goes To School diselenggarakan dengan tujuan mempercepat pencapaian kekebalan komunal (Herd Immunity) dan mengakhiri pandemi di Indonesia serta memberikan kepastian kepada orangtua siswa dalam pelaksanaan KBM tatap muka terbatas di sekolah. 

Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan terima lasih kepada pihak sekolah karena sudah menyambut program vaksinasi dengan sistem goes to school. 

Dikatakan di masa pandemi ini yang paling tepat melakukan pencegahan adalah dengan vaksinasi. Untuk itu, PKK NTT gencar membantu pemerintah untuk menyalurkan vaksin kepada masyarakat umum terutama kepada mereka yang belum tersentuh hingga saat ini.  

Untuk memperlancar vaksinasi tersebut, Bunda Julie yang juga Anggota DPR RI itu mengaku sudah bekerja sama dengan berbagai pihak dan telah memberikan vaksinasi kepada difabel. Dan kini dilakukan vaksinasi kepada siswa.  

"Banyak sekali orangtua bingung untuk mengarahkan anak untuk divaksin. Sehingga saya berinisiatif agar kami yang mendatangi sekolah untuk divaksin. Kami rutin melaksanakan kegiatan ini sehingga siswa atau para pelajar bisa divaksin karena rentan terpapar Covid-19," tandasnya.  

Dikatakan, PKK juga melibatkan putra-putri pariwisata 2021 untuk melihat dan terlibat langsung dalam pelaksanaan vaksin ini agar mampu mensosialisasikan kepada masyarakat. 

"Hari ini kalian menerima vaksin namun bukan berarti sudah sehat atau sudah kebal, namun hanya memperkecil vaksin jadi harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat," tandasnya.  

Kepada siswa, ia berharap bisa memberi diri untuk divaksin. Diminta pula untuk jujur dengan kondisi kesehatan yang dialami agar tim medis bisa memeriksa dan mengambil keputusan yang tepat dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kami mengimbau semua untuk divaksin saat ini, sudah bisa divaksin dan jujur ketika tim medis diperiksa agar tidak ada kejadian lain di luar dugaan. Kamu harus terus sehat, terus belajar agar bisa terlibat ke industri," tandas dia.   

Ditegaskan, vaksin Goes to School itu akan menjadi gerakan bersama tim penggerak PKK di tingkat kabupaten/kota se NTT. "Saya sudah koordinasi dengan seluruh pengurus PKK di kabupaten/kota untuk lakukan upaya yang sama kepada para siswa," terangnya.  

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi pada kesempatan tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dilakukan tim PKK NTT.  

Menurut Linus, Ini merupakan bentuk singkronisasi PKK dan dinas dalam mewujudkan restorasi di bidang pendidikan karena baru kali ini lembaga pendidikan khusus siswa mendapat pelayanan vaksin. 

"Untuk tenaga kependidikan hingga saat ini sudah hampir 100 persen, namun dengan kegiatan ini dapat memberikan vaksinasi pendidikan kepada kurang lebih 1 juta siswa di NTT,"  ungkap Linus.  

"Pemberian vaksinasi dapat memberikan kepastian kepada orangtua dan siswa dalam menjalankan pembelajaran tatap muka di sekolah. Ini adalah terobosan dan inovasi di lingkungan sekolah. Orangtua tidak perlu cemas, karena ini semua dilakukan pada semua jenjang pendidikan," terangnya.  

Disebutkan l pelaksanaan vaksin jika sudah diberikan kepada semua siswa di NTT maka KBM tatap muka bisa berjalan normal. "Kami terus melakukan evaluasi karena masih ada wilayah yang masuk zona merah," jawabnya ketika ditanya terkait KBM tatap muka terbatas. 

Anggota Komisi V DPRD NTT, Dolvianus Kollo pada kesempatan tersebut juga mengatakan dengan kehadiran PKK dalam mendukung program pemerintah menunjukan bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakatnya.  

Ia menilai pelaksanaan vaksinasi dalam lingkungan sekolah, sangat membantu siswa karena lebih banyak berpraktek dan berhubungan langsung dengan industri. Kegiatan tersebut juga menjawab keinginan Komisi V DPRD NTT dalam menghadapi pandemi khususnya di lindungan sekolah. 

Semoga ke depan anak-anak bisa menerima vaksinasi agar terlindungi dari serangan virus sekaligus menjadi contoh kepada instansi lain agar bergerak bersama. 

"Kami pada initinya kegiatan ini sangat positif dan sangat membantu masyarakat sehingga kami terus mendorong dan mendukung pelaksanaan kegiatan vaksinasi," ucapnya.  

Terpisah Kepala SMK Negeri 3 Kupang, Jeni J. P. Bhasarie menyampaikan terima kasih kepada Bunda Julie Laiskodat dan Dinas Pendidikan NTT karena memilih sekolah tersebut sebagai sekolah pertama di NTT untuk melaunching program vaksinasi Goes to School. 

Dikatakan siswa yang perdana menerima vaksin sebanyak 100 orang yang terpilih dari kelas XII karena siswa tersebut siap untuk praktek di industri. "Ada kurang lebih 600 siswa kelas XII yang akan mengikuti praktek sehingga program ini sangat membantu kami karena salah satu persyaratan industri adalah vaksin," ujarnya.  

Sedangkan Pendamping Tim Medis dr Efirca Damanik menyebut sangat mendukung program tersebut karena pelaksanaannya khusus kepada para remaja. 

Disebutkan pihaknya pada pelaksanaan perdana itu disediakan 100 dosis vaksin jenis Sinovac. Sedangkan pemberian dosis kedua, siswa penerima vaksin akan kembali kepada faskes masing-masing.  

"Jangan takut dengan pelaksanaan vaksinasi karena ini merupakan upaya untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19," imbaunya.  

Monika Lede Dara, perwakilan siswa penerima vaksin ketika dimintai tanggapannya, mengaku sangat bersyukur mendapatkan vaksin lewat program Goes to School. 

Dikatakan selama ini hanya memdengar vaksinasi kepada orang dewasa namun hari ini dirinya juga berkesempatan mendapatkan vaksin. "Jujur secara pribadi merasa cemas karena virus ini tidak mengenal usia tapi vaksin awalnya hanya diberikan kepada orangtua jadi saya merasa takut tapi hari ini kita juga sudah dapat. Ini artinya dengan menerapkan prokes ketat maka kita terhindar dari serangan virus jadi proses belajar di sekolah kembali normal," ungkapnya. (*/zt/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai