Jalan Nasional di Kampung Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ambles
Jalan Lingkar Pulau Semau di Desa Uiasa yang ambles, awal Desember 2021 karena tembok penahannya tidak mampu menahan tanah urukan
Jalan Nasional di Kampung Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ambles
Jalan Lingkar Pulau Semau di Desa Uiasa yang ambles, akhir November 2021 karena tembok penahannya tidak mampu menahan tanah urukan pada salah satu deker
Carlens
15 Dec 2021 08:25 WITA

Jalan Nasional di Kampung Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ambles

* Belum Lagi Digunakan 

KUPANG, NTTZOOM-Warga yang bermukim di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kecewa dengan kondisi jalan nasional yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (NTT). 

Ruas jalan yang baru dibangun di kampung halaman Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tersebut, rusak sebelum digunakan warga setempat. 

Warga berharap, kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut, yakni PT Adisti Indah dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bisa segera memperbaikinya. 

"Ini belum hujan saja sudah rusak apalagi kalau musim hujan pasti akan rusak berat," ujar Yesaya. 

Tokoh pemuda Desa Letbaun Yesaya Buifena, mengatakan, jalan yang rusak tersebut berada pada dua titik di Desa Uiasa, Kecamatan Semau. 

Kerusakannya yang pertama pada akhir November 2021 lalu, penahan yang terletak persis di salah satu deker roboh. 

"Akibatnya, tanah urukan ambles dan menyebabkan aspal ikut retak beberapa meter," ungkap Yesaya, kepada Kompas.com, Selasa (14/12). 

Kemudian, kerusakan di titik lainnya terjadi beberapa hari lalu, yakni tembok penahan juga roboh sehingga tanah urukan ikut ambles dan berdampak pada struktur aspal. 

"Kelihatan jelas sekali bahwa bangunan tembok tidak kuat. Sebenarnya struktur tanah di lokasi itu berbatu dan tidak mudah bergerak," ungkap Yesaya. 

Yesaya pun mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan jalan itu. 

Seharusnya, lanjut Yesaya, dalam melaksanakan proyek pembangunan jalan itu, sudah ada perencanaan yang baik. 

"Masyarakat belum menikmati jalan itu tapi sudah rusak. Kalau dibiarkan nanti tidak akan ada yang nikmati jalan itu. Apalagi Itu anggaran besar karena jalan nasional," sambung dia. 

Yesaya pun meminta para pelaksana jalan agar memperhatikan titik lainnya yang terancam rusak. 

Dihubungi terpisah PPK 1.2 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I BPJN NTT Nicodemus Sesa mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. 

Menurut Nicodemus, penyebab kerusakan jalan tersebut akibat faktor cuaca. 

Proyek jalan dengan nama paket Pembangunan Jalan Lingkar Luar Semau itu, mulai dibangun sejak Januari 2021 dan akan berakhir pada 31 Desember 2021, dengan pagu anggaran sebesar Rp 23.246.240.000. 

Sedangkan panjang jalan yakni lima kilometer yang melintasi Desa Uiasa dan Desa Letbaun. 

"Sementara ini dalam tahap perbaikan kembali," kata Nicodemus.(komp/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga