Mataram, NTTzoom.com – Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah tak bernilai mulai diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi melalui kolaborasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Komunitas Gerakan Peduli Sampah Nihil (Gelisah).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Daur Ulang menggunakan mesin CNC Router 3D di Sanggar Kreatif Gelisah, Lingkungan Banjar, Ampenan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Workshop tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Ocean Care, NTN Foundation, Sekolah Pesisir Juang, serta masyarakat Kelurahan Banjar.
Dalam kegiatan itu, peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan sampah plastik, khususnya tutup botol. Proses dimulai dari pemilahan dan pencacahan, pelelehan, hingga pembentukan material menjadi produk baru.
Pemanfaatan mesin CNC Router 3D juga diperkenalkan untuk menghasilkan produk dengan bentuk lebih presisi sehingga memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik.
Selain teknologi pengolahan, peserta juga mendapat pengetahuan mengenai pemilihan limbah anorganik yang potensial untuk didaur ulang, teknik dasar menganyam dan merangkai, hingga proses finishing produk.
Salah seorang peserta workshop, Widya, mengatakan kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai potensi sampah plastik.
“Melalui kegiatan ini kami bisa melihat langsung prosesnya, dari sampah plastik hingga menjadi produk yang bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Widya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menarik untuk dikenalkan kepada generasi muda agar kepedulian terhadap lingkungan dapat dikembangkan menjadi aktivitas kreatif dan produktif.
Sementara itu, Perwakilan Balai TNGR, Gustu Suartha, mengapresiasi pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah yang dilakukan Komunitas Gelisah.
Menurutnya, penggunaan mesin memungkinkan produk daur ulang dibuat dengan tingkat presisi lebih baik sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.
“Daur ulang sampah menjadi ekonomis memang sudah diinisiasi oleh Gelisah, bahkan produknya sudah banyak orderan. Sangat luar biasa, masih ada yang peduli lingkungan dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang keren dan bernilai ekonomi,” kata Gustu.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan dukungan terhadap pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi,” ujar Manurung.
Menurutnya, penguatan keterampilan dan pemanfaatan teknologi menjadi penting agar kegiatan pengelolaan sampah dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan mengolah sampah, tetapi ekosistem yang membuat kegiatan tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat,” katanya.
PLN UIP Nusra berharap kolaborasi bersama komunitas dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas upaya pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan kepedulian lingkungan, inovasi, peningkatan keterampilan, dan penciptaan nilai ekonomi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara. (nz)
Dapatkan sekarang