Joni Bocah NTT Pemanjat Tiang Bendera 6 Tahun Silam Lulus TNI AD 
Yohanes Ande Kala alias Joni lulus seleksi TNI AD 2024.
admin
25 Sep 2024 19:22 WITA

Joni Bocah NTT Pemanjat Tiang Bendera 6 Tahun Silam Lulus TNI AD 

KUPANG, NTTzoom - Yohanes Ande Kala alias Joni bocah NTT yang memanjat tiang bendera enam tahun lalu akhirnya bisa membuat bangga keluarganya.  

Dia akhirnya dinyatakan lulus sebagai seorang anggota TNI AD setelah beberapa waktu lalu dinyatakan tidak lulus seleksi awal. 

Semenjak dinyatakan tidak lulus karena terhalang tinggi badan, Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes memanggilnya kembali Kupang untuk menjalani berbagai latihan fisik, pengetahuan, serta terapi tinggi badan. 

Karena bersungguh-sungguh dan giat mengikuti bimbingan para pelatih, Joni pun dinyatakan lulus dalam penerimaan Bintara PK TNI AD Reguler dan Khusus Tahun 2024 di Bandung.

Joni memosting foto di story whatsApp dengan caption "Terima Kasih Tuhan Yesus". Dalam foto Joni mengenakan baju kemeja putih dipadukan dengan celana panjang hitam dan memegang poster karton bertuliskan "Kado Untuk Alm Bapak,". 

Saat dihubungi merdeka.com, Joni mengakui bahwa dirinya dinyatakan lulus sebagai anggota TNI AD. "Terima kasih kaka saya lulus, saya sangat bahagia," ujarnya melalui telepon, Rabu (25/9) siang. 

Menurutnya, dia belum bisa bercerita banyak terkait perjuangannya di Pusat Pendidikan Infateri di Bandung Jawa Barat, karena sedang dalam perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta Tanggerang Banten, untuk melanjutkan penerbangan kembali ke Kupang. 

"Kaka mohon maaf saya dalam perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta, nanti saya sudah duduk tenang-tenang baru saya telepon kaka," kata Joni. 

Joni pernah viral seantero Indonesia karena aksi nekatnya memanjat tiang bendera setinggi 15 meter saat upacara peringatan HUT Ke-73 di Lapangan Mota Ain, Kabupaten Belu, pada tanggal 17 Agustus 2018 silam.

Bahkan aksinya itu mencuri perhatian seluruh pejabat negeri ini tak terkecuali orang nomor satu Indonesia yakni Presiden Joko Widodo.

Atas perjuangannya, Joni bersama kedua orang tuanya diundang menghadiri upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan. 

Saat bertemu Presiden Joko Widodo, Joni ditawari sepeda namun ditolak karena ingin menjadi seorang prajurit TNI. Cita-cita pun akhirnya tercapai, walaupun pernah sekali terhalang akibat kurang tinggi badan. (jun/nz*)

 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai