Kupang, nttzoom-Kualitas lulusan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan formal sering menjadi acuan atau pertimbangan masyarakat dalam menentukan tempat anak-anak melanjutkan pendidikan usai menamatkan pendidikan menengah atas.
Salah satu kampus yang bisa menjadi pilihan adalah Unibersitas Terbuka (UT). Di Provinsi NTT, kampus ini disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Terletak di Kota Kupang.
Kepala UPBJJ UT keempat Provinsi NTT, Ayub Titu Eki mengungkapkan, kampus itu masih mendapat stigma bahwa masuk menjadi mahasiswa di sana itu mudah, namun untuk keluar atau lulus adalah perkara sulit.
"Padahal sebenarnya mereka yang salah sendiri karena tidak mau membaca. Salah satu keunggulan kampus ini adalah, buku yang dipakai adalah buku-buku bermutu dan ditulis oleh penulis hebat. Jadi kuncinya, harus rajin membaca," kata Ayub saat sosialisasi tentang UT di Aula Kantor Camat Semau, Kamis (6/7).
Acara tersebut dihadiri Camat Semau, Yoel Laitabun dan jajaran, kepala desa dan perwakilan sekolah. Kata Ayub, kunci untuk lulus dari UT adalah membaca. Namun tidak sembarangan buku yang disiapkan UT. Hal ini sudah bisa dibuktikan dengan banyaknya lulusan UT yang diterima sebagai ASN.
"Setiap kali ada tes PNS (ASN), UT menduduki posisi paling pertama lulusan terbanyak. Karena sistem ujian UT ini sama dengan sistem ujian masuk PNS," sambung Ayub yang didampingi pimpinan UT NTT itu.
Salah satu keunggulan UT yang tidak dimiliki kampus lain adalah tidak ada Drop Out (DO). Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengambil SKS sesuai kemampuan dan bisa dicicil. Sehingga lama kuliah bisa mencapai lebih dari tujuh tahun. Terutama bagi mereka yang sudah bekerja dan memiliki waktu sedikit. Hal ini yang membuat UT tidak mengenal istilah DO. Mereka yang meninggalkan kampus selama beberapa tahunpun, bisa kembali kuliah, karena SKS lama tetap berlaku dan mahasiswa hanya membayar uang semester yang akan diikuti.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang