Ketua MUI NTT: Aspirasi Adalah Hak, Tapi Kedamaian Harus Dijaga
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. H. Muhammad S. Wongso, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah dinamika kehidupan demokrasi yang sedang berlangsung di berbagai daerah.
Redaksi
31 Aug 2025 19:58 WITA

Ketua MUI NTT: Aspirasi Adalah Hak, Tapi Kedamaian Harus Dijaga

Kupang, NTTZOOM.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. H. Muhammad S. Wongso, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah dinamika kehidupan demokrasi yang sedang berlangsung di berbagai daerah.

‎Menanggapi situasi nasional yang belakangan ini diwarnai aksi-aksi penyampaian aspirasi, Ketua MUI NTT menilai bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam negara demokratis, dan seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

‎“Bangsa ini sangat besar, dan dinamika dalam kehidupan demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Berbeda itu biasa, tetapi perbedaan harus kita jaga sebagai kekuatan bersama,” ujarnya, Minggu (31/8/2025). 

‎Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di NTT, untuk tetap solid, saling menghargai, dan rukun dalam kehidupan sosial maupun politik. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif.

‎Dalam pesannya, Ketua MUI NTT juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang selama ini dinilai mampu mengayomi masyarakat dengan pendekatan humanis. Ia pun berpesan agar aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan pemuda disikapi secara terbuka.

‎“Terimalah mereka dengan baik, karena mahasiswa dan pemuda itu sangat dinamis, dan itulah ciri mereka dalam menunjukkan jati dirinya. Aspirasi konstitusional harus dihargai,” katanya.

‎Lebih lanjut, ia menyatakan keyakinannya bahwa kepolisian di NTT dapat menjalankan peran dengan penuh kebijaksanaan dan kesabaran, demi menjaga keamanan masyarakat secara adil dan profesional.

‎“Saya sangat yakin, aparat kepolisian kita bisa mengayomi negara dan menjaga masyarakat dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan pendekatan yang humanis,” tegasnya.

‎Ketua MUI NTT juga menekankan pentingnya menghindari sikap arogansi dalam menyikapi perbedaan, serta mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif sebagai jalan terbaik menjaga harmoni sosial.

‎“Mari kita ciptakan suasana yang damai dan sejahtera di Nusa Tenggara Timur. Damailah masyarakatku, sejahteralah masyarakatku, khususnya di NTT,” tambahnya.

‎Imbauan tersebut ditutup dengan doa agar seluruh masyarakat NTT tetap hidup dalam suasana aman, tertib, dan penuh persaudaraan.

‎“InsyaAllah, dengan kebersamaan kita semua, NTT akan tetap damai,” tutupnya. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai