* Wagub Terima Pengurus DPW MIM
KUPANG, NTTZOOM- "Mensejahterakan masyarakat bukan saja tugas pemerintah tetapi menjadi tugas kita bersama,"
Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Joseph Nae Soi, saat audiens dengan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Masyarakat Indonesia Maju Provinsi NTT di ruang kerjanya, Selasa (5/4).
Dalam pertemuan tersebut, Jos Nae Soi berterima kasih atas kepedulian serta perhatian yang diberikan para pengurus DPW Masyarakat Indonesia Maju Provinsi NTT untuk bersama-sama Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam meningkatkan Pembangunan bagi Kesejahteraan masyarakat.
Menurut Jos Nae Soi, organisasi apapun yang mempunyai tujuan yang baik dan komitmen serta perhatian terhadap pembangunan di Provinsi NTT ini tentu akan diterima dengan baik dan menjadi tugas bersama untuk NTT Bangkit, NTT Sejahtera.
Lanjut dia, saat ini Provinsi NTT termasuk dalam lima daftar provinsi yang memiliki kemiskinan ekstrem dan angka stunting tertinggi di Indonesia. Untuk itu Pemerintah Daerah Provinsi NTT juga mengharapkan agar ada kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Kabupaten dan kota bahkan sampai tingkat desa agar masalah kemiskinan dan masalah stunting dapat diatasi dengan sebaik-baiknya.
"Saya setuju dengan tujuan Organisasi DPW Masyarakat Indonesia Maju ini, untuk membantu masyarakat dan memberdayakan masyarakat dan untuk itu perlu berkoordinasi dengan baik, bagaimana bisa mengeksekusi yang sudah ada, dan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan berbagai bentuk pemberdayaan itu sendiri sebab kesulitan di lapangan ini adalah masalah pendanaan. Bagaimana dengan dana yang sangat terbatas bisa dialokasikan dan dianggarkan dengan baik sehingga semua program bisa dikerjakan dan dilaksanakan dengan baik pula untuk kesejahteraan masyarakat," papar Jos Nae Soi.
Lanjut dia, di Provinsi NTT ini bukan saja masalah air tetapi juga bagaimana bisa mengatasi masalah stunting dan masalah gizi bagi ibu dan anak. Untuk itu dia harapkan DPW Masyarakat Indonesia Maju harus bisa berkolaborasi bersama secara teknis dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait, misalnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan bimbingan kepada masyarakat terkait program-program yang ideal dan realistik.
Dan salah satu contoh bimbingan yang bisa diberikan kepada masyarakat khusus untuk masalah gizi bagi ibu dan anak adalah makanan dan minuman yang bergizi bagi kesehatan ibu dan anak dengan mengonsumsi kelor sebab dalam tanaman kelor ini mengandung nilai gizi yang sangat bagus. Tanaman kelor ini juga dapat dikonsumsi oleh semua dan sangat baik untuk kesehatan.
"Dengan menanam kelor, kita bisa mendapatkan produk-produk gizi yang dihasilkan oleh tanaman berkhasiat ini yang sudah terkenal, bukan saja di Indonesia tetapi sudah terkenal di seluruh belahan dunia, karena tanaman ini mengandung nilai gizi yang sangat banyak dan baik untuk kesehatan kita," sambungnya.
Sementara Ketua DPW Indonesia Maju Daniel Heri Wadu juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur NTT atas apresiasi dan berkenan menerima Pengurus DPW Masyarakat Indonesia Maju Provinsi NTT untuk menyampaikan tujuan mereka terkait konkrit penanganan masalah stunting di Provinsi NTT.
Daniel Heri Wadu katakan, DPW Indonesia Maju bersama Tim pakar ITB berharap bisa bersama-sama pemerintah daerah membangun Provinsi NTT. Dan faktor utama masalah stunting adalah tidak tersedianya air bersih yang layak dikonsumsi untuk perkembangan ibu dan anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Saat ini DPW Indonesia Maju bersama-sama Alumni ITB Jurusan Fisika dan Geologi telah bekerja sama untuk perencanaan wilayah kota khususnya penataan titik-titik sungai bawah tanah.
"Kami juga sudah mendapatkan data-data tentang stunting di 14 kabupaten di Provinsi NTT. Kami berkomitmen dengan teknologi tepat guna dan program yang telah direncanakan oleh tim kami ini, akan kami kerjakan dengan sebaik-baiknya. Dan salah satu program yang telah kami kerjakan, yaitu di Desa Lekbaun Kecamatan Sulamu, sehingga saat ini masyarakat sudah mendapatkan air bersih dan sudah menikmatinya. Dan ke depan kami juga akan terus mencari aset-aset Pemerintah Daerah agar bisa terdata khususnya di pedesaan untuk bisa dimanfaatkan dan kami juga berharap bisa menemukan titik-titik sungai di bawah tanah guna untuk mendapatkan air bersih sehingga bisa dikonsumsi oleh masyarakat," paparnya.(*/jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang