* PD Anugerah-Anugerah Siloam Koinonia Kupang Kunjungi GMIT Nekmese Naifatu
KUPANG, NTTZOOM-Salah satu gereja yang terletak di Jl. Sekitanaem, Desa Naifatu, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) Provinsi NTT, baru pertama kali melakukan Kegiatan Penyegaran Iman (KPI).
KPI di Jemaat GMIT Nekmese Naifatu dengan mengangkat tema "Tanpa Tuhan Beta Binasa". Kebaktian dipimpin Pdt.Ebenheazer Plaimo, S.Th tersebut didukung tim Persekutuan Doa (PD) Anugerah-Anugerah Siloam Jemaat Koinonia Kupang, sehingga semakin membawa semuanya hanyut dalam puji-pujian dan penyembahan kepada Yesus Kristus.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Naifatu, Erny Mastaratu, S.Th kepada nttzoom.com mengatakan, Gereja Naifatu yang dibangun sejak tahun 2005 silam itu, baru pertama kali dikunjungi untuk melakukan KPI oleh PD. Anugerah-Anugerah Siloam Jemaat Koinonia-Kupang sejak tanggal 30 September hingga tanggal 1 Oktober 2022.
"Artinya sudah 17 tahun, dan ini baru pertama kali adakan kegiatan penyegaran iman dari Tim Persekutuan Doa (PD) Anugerah-Anugerah Siloam Jemaat Koinonia Kupang," ungkapnya.
Dia jelaskan, Jemaat Manufui terdiri dari empat mata jemaat yang terpusat di Jemaat GMIT Nekmese Naifatu, dan jumlah keseluruhan jemaatnya mencapai 617 Kepala Keluarga (KK) dengan 1.908 jiwa yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas.
Sehingga, Lanjut Pdt. Erny, rata-rata jemaat GMIT Manufui dengan satu pergumulan yang sama yaitu pergumulan untuk pembangunan.
"Sebanyak 408 itu terdapat di kampung, sementara 178 lebih itu ada diperantauan dan untuk jemaat Manufui yang jadi pusat dari empat mata jemaat itu memiliki pergumulan yang sama yaitu untuk pembangunan," katanya.
"Jadi, Jemaat Manufui itu ada empat, yaitu Jemaat Manufui Nekmese yang menjadi pusat. Lalu ada Arit Oelam, Eklesia-Bihati dan ada Pniel-Meta," jelas dia.
Sebagai Ketua Majelis Jemaat GMIT Naifatu, Erny Mastaratu berharap Tim PD. Anugerah-Anugerah Siloam Koinonia Kupang terus bekerja menjangkau jiwa-jiwa untuk banyak hal yang dibawa kepada Tuhan Yesus Kristus dan juga dapat mendukung pembangunan di GMIT Naifatu, baik dalam bentuk doa maupun pelayan-pelayan selanjutnya.
Menurutnya, Jemaat GMIT Naifatu sangat merindukan kegiatan KPI. Bahkan Jemaat Naifatu baru mengenal KPI atau persekutuan doa setelah dibina Tim PD. Anugerah-Anugerah Siloam Koinonia Kupang.
"Jadi pemahaman mereka bahwa, persekutuan doa itu saya sebagai ketua, anggota-anggota biar dia mau di tempat-tempat lain itu juga persekutuan doa. Padahal tidak. Persekutuan doa itu adalah orang-orang yang tergabung dalam satu kelompok untuk berdoa dan mengajarkan bagaimana tentang firman Tuhan. Nah, itu baru mereka tahu," ucapnya.
Dijelaskan, SDM yang terbatas dapat dilihat dari hasil statistik di bidang pendidikan, yaitu sebanyak 71 jemaat yang mampu mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan 1.900 lebih yang belum mampu mengenyam pendidikan.
"Katong (kami) punya SDM yang terbatas itu bisa dilihat dari statistik pendidikan, yaitu 71 orang sarjana dari kurang lebih 1.900 orang dan dari Nekmese sendiri baru 10 sarjana di ini tempat," sebutnya.
Lebih lanjut, Erny menyampaikan terima kasih kepada Ketua Tim PD. Anugerah-Anugerah Siloam Koinonia Kupang dan juga kepada Alexander Foenya yang selalu berpartisipasi untuk hadir dalam kegiatan KPI di Jemaat GMIT Naifatu.
"Saya juga berterima kasih kepada Ketua Tim PD. Anugerah Siloam Koinonia Kupang, Bapak Alex Foenay bersama istri yang selalu berpartisipasi dalam kegiatan tersebut," ungkapnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang