Lagi, 11 Siswa SD di Kupang Keracunan Usai Santap MBG
11 siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Liliba, Kota Kupang, NTT, dilarikan ke IGD Rumah Sakit Leona setelah mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (24/9/2025).
Redaksi
25 Sep 2025 01:17 WITA

Lagi, 11 Siswa SD di Kupang Keracunan Usai Santap MBG

Kupang, NTTzoom.com – Sebanyak 11 siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilarikan ke Rumah Sakit Leona setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (24/9/2025).

‎Para siswa mengeluhkan mual, muntah, pusing, diare, hingga sakit perut setelah menyantap menu makan siang yang dibagikan sekitar pukul 12.20 WITA. Menu yang disajikan berupa nasi, sayur, telur, tahu, pepaya, dan susu kemasan. Namun, makanan tersebut diduga sudah tidak layak konsumsi.

‎“Baru buka ompreng sudah cium aroma busuk di nasi, jadi langsung pusing, mual. Saya sempat makan satu sendok tapi langsung buang,” ungkap Ani Baba, siswi kelas V.

‎Hal senada juga disampaikan Queen Talan, siswi kelas V. Ia mengaku hanya sempat mencoba beberapa biji jagung yang ditumis campur dengan sayur, sedikit telur, dan susu. Namun seusai makan, dia merasa sakit pada tenggorokan, tubuhnya menjadi panas dan perut terasa mules. 

‎“Lauknya sayur, telur, tahu, buahnya pepaya, dengan susu kemasan. Ada cium bau basi di telur dengan sayur. Sempat makan sedikit, sisanya dibuang,” ujarnya.

‎Yisren, siswa kelas V, menyebut dirinya sempat muntah lima kali setelah makan tahu, sedangkan Remon Lette, siswa kelas V-D, mengaku tidak menyentuh nasi dan lauk karena sudah berbau dan terlihat berlendir dan sedikit berbuih.

“Saya cuman minum susu tapi rasanya asam. Habis minum perut sakit, mual, langsung muntah dua kali sampai badan lemas,” katanya.

‎Pihak RS Leona yang menangani para korban menyatakan kondisi siswa kini sudah stabil, namun masih dalam observasi dan perawatan intensif.

‎“Kita sudah periksa fisik semua, pasang infus, kasih obat suntik dan obat minum. Pasien sekarang stabil, tinggal observasi di ruangan anak. Untuk sementara belum boleh pulang karena statusnya opname,” jelas dr. George Saba Putra, dokter umum IGD RS Leona.

‎Menurut George, pasien datang secara bertahap, dengan keluhan utama pusing, muntah, lemas, bahkan ada yang sempat pingsan. Ia menduga gejala tersebut kuat terkait dengan makanan dari program MBG.

‎Pihak sekolah dan keluarga korban telah diberitahu mengenai kondisi anak-anak tersebut, dan saat ini mereka masih menjalani perawatan lanjutan oleh dokter spesialis anak di RS Leona. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai