Flores Timur, NTTzoom.com— Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat. Pada Rabu pagi pukul 09.21 WITA, gunung tersebut meletus kembali dengan kolom abu yang mencapai 8.000 meter di atas puncak atau sekitar 9.584 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu berwarna kelabu tebal dengan arah condong ke utara dan barat laut. Letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 3 menit 1 detik." demikian isi laporan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki (PGA) di Desa Pululera.
Erupsi kali ini juga disertai suara dentuman kuat yang terdengar jelas dari pos pengamatan. Hingga berita ini ditulis, erupsi masih berlangsung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada status Level IV (Awas).
Kenaikan tingkat aktivitas G. Lewotobi Laki-laki, NTT dari Level III (Siaga) ke Level IV (AWAS) berlaku sejak 14/10 pukul 21.30 WITA.
"Warga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer, serta 7 kilometer pada sektor barat daya, utara, dan timur laut dari kawah aktif." imbau petugas PGA.
Imbauan Resmi PVMBG
PVMBG dan pemerintah daerah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat sekitar agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga juga diimbau agar mewaspadai potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan deras, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Selain itu, selalu gunakan masker atau penutup hidung-mulut bagi warga yang terdampak hujan abu untuk mencegah gangguan pernapasan.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-Laki dan PVMBG Bandung, serta BPBD Provinsi NTT untuk penanganan dan penyebaran informasi terkini.
Erupsi Berulang
Letusan pagi ini menjadi erupsi susulan setelah kejadian besar pada dini hari tadi (pukul 01.35 WITA), di mana kolom abu sempat mencapai 10.000 meter di atas puncak. Aktivitas beruntun ini menandakan masih tingginya tekanan magmatik di tubuh gunung.
PVMBG menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat. (es)
Dapatkan sekarang