‎Layanan Ramah Lansia di Bandara El Tari Warnai Keberangkatan Haji NTT
Petugas haji dibantu pihak Bandara El Tari Kupang dan personil TNI AU membantu sejumlah lansia turun dari bus pengantar di Bandara El Tari Kupang, Minggu (10/05/2026)
Redaksi
11 May 2026 20:25 WITA

‎Layanan Ramah Lansia di Bandara El Tari Warnai Keberangkatan Haji NTT

‎Kupang, NTTzoom.com — Keberangkatan calon jemaah haji Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun ini menempatkan jemaah lanjut usia (lansia) sebagai perhatian utama. Dari total rombongan yang diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya, tercatat 120 jemaah lansia, dengan 33 orang masuk kuota prioritas lansia sesuai kebijakan nasional.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi NTT, Hasan Manuk, mengatakan, dari jumlah itu, jemaah tertua berusia 91 tahun sementara termuda berusia 18 tahun. 

‎“Ada jamaah kita yang usianya 91 tahun, Ibu Maimunah dari Labuan Bajo, tertua. Dan yang paling muda Rizal 18 tahun dari Kota Kupang.” kata Hasan kepada wartawan di Bandara El Tari, Minggu (10/06/2026). 

‎Ia menjelaskan kebijakan prioritas lansia berlaku secara nasional. “Terkait kebijakan lansia, setiap provinsi diberi kuota. NTT tahun ini 33 lansia. Dengan prioritas lansia juga butuh pendamping, suami-istri juga bisa didampingi walaupun nomor porsinya belum keluar,” ujarnya.

‎Hasan juga menyinggung panjangnya daftar tunggu haji. “Sekarang penentuan berdasarkan daftar tunggu nasional. Rata-rata sudah 26 sampai 27 tahun. Yang berangkat tahun ini adalah pendaftar sekitar 2014,” jelasnya.

‎Selain itu, terdapat jemaah yang berangkat sebagai porsi pengganti dari orang tua, termasuk jemaah termuda berusia 18 tahun yang menggantikan orang tuanya. “Jika mendaftar sendiri, belum tentu bisa berangkat sekarang karena masih menunggu antrean,” ujarnya.

‎Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, menyebut layanan khusus disiapkan bagi lansia. “Kami memberikan fast track, jadi tidak melalui banyak antrean. Bagi yang menggunakan kursi roda, kami arahkan menggunakan lift, bukan eskalator, untuk keamanan dan kenyamanan,” katanya.

‎Ia menambahkan, persiapan Bandara El Tari dalam moment haji kali ini memang disiapkan secara matang. 

‎“Sejak H-1 bagasi sudah lebih dulu masuk bandara. Jadi jamaah datang hanya membawa tas kecil, boarding pass, dan identitas. Ini untuk mempermudah, terutama bagi lansia.” jelasnya. 

‎Selain itu, dari sisi medis dan juga pengamanan, turut dibantu dari balai kesehatan dan Lanud sejak pukul 04.30 WITA. “Semua ini kami siapkan agar jamaah, khususnya lansia, dari asrama haji hingga tiba di bandara, bisa berangkat dengan aman, nyaman, dan fokus beribadah,” tutup Teguh. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai