KUPANG, NTTZOOM- Proses mencari pemimpin di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tengah berlangsung melalui pemungutan suara ulang (PSU) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.
Tahapan PSU tengah dilakukan pihak penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarai dengan mendapat pengawasan ketat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sarai.
Hingga saat ini tahapan yang dilakukan penyelenggara adalah pengadaan logistik dan sosialisasi pelaksanaan PSU kepada semua stakeholders.
KPU menargetkan logistik dan seluruh perlengkapan yang sedang dalam proses percetakan. "Logistik yang dimaksud seperti surat suara, DPC, alat bantu coblos, hasil/hologram dan sampul. Sementara khusus tinda sudah sampai di KPU Sabu Raijua," ujar Juru Bicara KPU Kabupaten Sarai, Daud Pau ketika dikonfirmasi, Minggu (6/6).
Ditambahkan, sesuai rencananya paling lambat logistik seluruhnya untuk PSU sudah sampai tanggal 20 Juni 2021. "14 hari lagi logistik akan tiba, kemudian dilanjutkan dengan proses sortir lalu didistribusikan," tambah Daud.
Sementara untuk Panitia ad-hoc telah diaktifkan kembali, namun sesuai hasil verifikasi ulang terdapat delapan orang di antaranya tidak memenuhi syarat dan harus dilakukan perekrutan ulang.
"Ada delapan orang sudah kita ganti dan secara sah sudah mulai kerja karena telah dilantik," tandasnya.
Terpisah, Juru Bicara Bawaslu NTT, Jemris Foentuna mengatakan, tahapan lain yang tengah diawasi, yakni pengadaan logistik, karena akan dilakukan di tiga lokasi yakni Surabaya, Jakarta dan Jember.
"Bawaslu akan melakukan pengawasan secara langsung di ketiga lokasi tersebut untuk memastikan pengadaannya tepat jumlah, tepat jenis dan tepat kualitas," sebutnya.
Usai pengadaan serta pengirimannya ke Sarai harus tepat waktu dan tepat sasaran untuk selanjutnya proses sortir, pengepakan dan pendistribusian ke TPS. "Logistik yang diadakan di Jakarta, Surabaya dan Jember meliputi surat suara, alat bantu tunanetra dan formulir C hasil hologram," tandasnya. (zt/nz)
Dapatkan sekarang