Lolos Seleksi, 58 Mahasiswa Akper Lela Raih Beasiswa
Andreas Hugo Parera
Carlens
28 Oct 2021 09:25 WITA

Lolos Seleksi, 58 Mahasiswa Akper Lela Raih Beasiswa

*AHP: Kementerian Juga Membuka Peluang

MAUMERE, NTTZOOM-Anggota DPR RI Andreas Hugo Parera yang akrap disapa AHP memberikan bantuan beasiswa kepada 58 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Lela, Kabupaten Sikka. Bantuan yang diberikan itu saat bertatap muka dengan mahasiswa Apker Lela di Aula SMK Yohanes Paulus Maumere, Rabu (27/10). 

Saat tatap muka dengan mahasiswa, Andre jelaskan, bantuan yang diberikan kepada 58 mahasiswa Akper yang lolos seleksi untuk mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). 

UKT kata AHP nilainya sesuai program studi yang didapat mahasiswa. Andre contohkan jika akreditasinya C, mahasiwa akan mendapatkan uang senilai Rp 2.500.000. Yang  mendapat akreditasi B akan mendapatkan uang senilai Rp 4.500.000, dan yang akreditasi A, akan mendapatkan uang senilai Rp 8 juta hingga Rp 12 juta. 

"Bantuan ini diberikan kepada mahasiswa yang lolos seleksi UKT. Nilainya sesuai dengan akreditasi, karena itu untuk mahasiswa Akper Lela tercatat sebanyak 58 mahasiswa,” ujar Andre.

Setiap mahsiswa akan dibayar pada setiap semester, sesuai akreditasinya. Di samping itu setiap bulan masing-masing mahasiswa juga akan mendapatkan uang senilai Rp 800.000 untuk biaya studi (belajar) mahasiswa. 

Saat ini kata Andre, mahasiswa berkesempatan untuk belajar di mana saja seperti adanya pertukaran mahasiswa. Andre contohkan jika dalam satu semester ada mahasiswa hendak belajar di Universitas Atmajaya, maka itu merupakan kesempatan untuk mahasiswa belajar. 

Hal serupa lanjut Andre, juga berlaku bagi bidang studi lainnya untuk kesempatan belajar di tempat lain. Namun hal itu berlaku bagi kampus yang bekerja sama dengan kampus lainnya. Karena itu Andre menyarankan untuk  bekerja sama dengan asosiasi perguruan tinggi Katolik. Dalam pertemuan tersebut Ketua Yayasan Yohanes Paulus juga telah menjelaskan bahwa selama ini pihak yayasan telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi Katolik se Indonesia. 

"Saran saya mahasiswa di sini bisa belajar di tempat lain. Misalnya perguruan tinggi Katolik. Tadi Ketua Yayasan Yohanes Paulus juga telah menjelaskan bahwa selama ini telah bekerja sama dengan perguruan tinggi katolik di Indonesia,” jelas Andre. 

Andre tambahkan, banyak program yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Hal itu dapat dilihat pada website. Namun semuanya itu perlu dibantu oleh masing-masing kampus untuk memfasilitasi. Dari kementerianpun lanjut Andre, jika ada usulan-usulan  proposal untuk melakukan penelitian mandiri atau kelompok, mahasiswa dapat melihatnya di website, saat ini  sangat terbuka. 

"Saat ini dari kementerian juga mebuka peluang, untuk membantu mahasiswa melakukan penelitian baik secara mandiri maupun secara kelompok. Semua itu sangat terbuka dan dapat dilihat pada website. Tinggal bagaimana mahasiswa mempunyai keinginan untuk meningkatkan kompetensi mereka,” pungkas Andre.(rel/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai