Kupang, NTTzoom.com - TNI Angkatan Darat menjadwalkan latihan menembak senjata berat menggunakan Meriam Caesar 155 mm di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Oktober 2026.
Latihan tersebut akan menjadi yang pertama kali digelar di Kupang dan melibatkan prajurit Batalyon Armed 20 Bhadika Yudha (Yonarmed 20/BY).
Kepastian rencana pelaksanaan latihan itu disampaikan dalam kunjungan kerja Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) TNI AD, Mayjen TNI Dr. Budi Eko Mulyono, saat meninjau kesiapan daerah steling di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Rabu (24/6/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Danpussenarmed memastikan kesiapan lokasi latihan, personel, alutsista, serta berbagai aspek pendukung guna menjamin pelaksanaan latihan berjalan aman dan sesuai prosedur.
"Saya menekankan agar seluruh personel mengutamakan faktor keamanan, baik terhadap personel, materiel maupun lingkungan sekitar. Persiapan harus dilakukan secara matang sehingga latihan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan," ujarnya.
Menurutnya, lokasi latihan di Desa Buraen dinilai memenuhi persyaratan karena berada jauh dari kawasan permukiman maupun perkebunan warga sehingga aman digunakan sebagai daerah latihan menembak senjata berat.
Latihan tersebut menjadi tonggak baru bagi TNI AD karena merupakan kali pertama latihan menembak senjata berat digelar di wilayah Kupang. Selain meningkatkan kemampuan tempur prajurit Yonarmed 20/BY, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit Artileri Medan.
Meriam Caesar 155 mm yang akan digunakan merupakan alutsista buatan Prancis dengan jangkauan tembak hingga 45 kilometer dan radius ledakan sekitar 30 meter, menjadikannya salah satu sistem artileri dengan daya gempur tinggi milik TNI AD.
Sistem artileri yang dipasang di atas sasis truk tersebut memiliki mobilitas tinggi sehingga mampu dioperasikan di berbagai medan, bahkan melaju dengan kecepatan 80 km per jam di atas aspal dan 50 km per jam di jalan tak beraspal.
Dalam kunjungan itu, Danpussenarmed juga melakukan pengecekan kesiapan operasional satuan, meliputi kondisi alutsista, sarana dan prasarana, serta pembinaan personel.
"Latihan yang terencana, realistis, dan berkesinambungan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan tempur prajurit agar selalu siap mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Darat," kata Mayjen Budi. (es)
Dapatkan sekarang