NTT Belum Mandiri Energi, PLN Dorong Pemanfaatan Sumber Lokal
Bobby Robson Sitorus, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, saat diwawancarai wartawan seusai safari jurnalistik di PLTU Timor-1 2x50 MW, Rabu (22/20/2025).
Redaksi
22 Oct 2025 20:22 WITA

NTT Belum Mandiri Energi, PLN Dorong Pemanfaatan Sumber Lokal

Kupang, NTTzoom.com— Kebutuhan energi listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini masih bergantung pada pasokan bahan bakar dari luar daerah. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PLN untuk mempercepat pengembangan sumber energi lokal dan terbarukan di wilayah kepulauan tersebut.

‎Hal ini diungkapkan Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, Bobby Robson Sitorus, saat kegiatan safari jurnalistik bersama 30 wartawan dari berbagai media ke PLTU Timor-1 2x50 MW di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (22/10/2025).

‎Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN meningkatkan keterbukaan informasi publik dan memperkuat sinergi dengan media, sekaligus memberikan pemahaman tentang pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dan implementasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di NTT.

‎Dalam penjelasannya, Bobby menegaskan bahwa sebagian besar bahan bakar pembangkit listrik di NTT masih didatangkan dari luar provinsi.

‎“Energi listrik yang kita gunakan di NTT sebagian besar masih berasal dari luar. Batu bara untuk PLTU dikirim dari luar daerah, begitu juga solar untuk PLTD dan gas untuk PLTMG. Jadi bisa dibilang, kita belum benar-benar mandiri energi,” ujar Bobby.

‎Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena biaya logistik dan pasokan bahan bakar dapat memengaruhi stabilitas pasokan listrik di daerah.‎

‎Meski demikian, PLN melihat peluang besar bagi NTT untuk beralih ke energi lokal dan terbarukan.

‎Bobby menuturkan, panas matahari menjadi sumber energi yang paling potensial dikembangkan di NTT, sementara di wilayah Flores sudah mulai dikembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal).

‎“Pertanyaannya sekarang, apakah NTT bisa menghasilkan energi sendiri? Salah satu jawabannya ada pada energi matahari. Kita juga sedang mengembangkan PLTP di Flores, dan ke depan potensi air atau sumber lain juga akan kita eksplorasi,” jelasnya.

‎Bobby menambahkan, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), PLN telah menyiapkan langkah konkret untuk memetakan potensi energi di setiap wilayah, termasuk NTT.

‎Melalui RUPTL, PLN berkomitmen menyediakan wadah pengembangan pembangkit sesuai potensi lokal, seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di daerah-daerah dengan intensitas cahaya tinggi.

‎“Harapannya, melalui kegiatan seperti safari jurnalistik ini, masyarakat bisa memahami dari mana listrik berasal dan ke mana arah pengembangannya. Kita ingin mendorong agar energi di NTT ke depan bisa berasal dari bumi NTT sendiri,” pungkasnya.

‎Kegiatan safari jurnalistik ke PLTU Timor-1 menjadi momentum bagi PLN dan insan pers untuk membangun kesadaran publik tentang pentingnya kemandirian energi daerah, sekaligus memperkuat peran media dalam mengawal transisi energi bersih dan berkelanjutan di NTT. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai