Nyawa Nakes Kupang Dipertaruhkan Demi Nyawa Orang Lain
Yoel Midel Laiskodat
Carlens
15 Mar 2024 00:43 WITA

Nyawa Nakes Kupang Dipertaruhkan Demi Nyawa Orang Lain

Seberangi Arus Banjir Rujuk Pasien

KUPANG, Nttzoom-Derasnya banjir sungai Batu Merah di Desa Oelatimo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang pada Rabu 13 Maret 2024 mengingatkan kita pada kisah Ibu Rabiah dalam film dokumenter Suster Apung karya Arfan Sabran, yang kemudian diterbitkan dalam bentuk novel. Atau juga  Novel Wijaya Kusuma dari Kamar Nomor Tiga, Karya Novelis, Maria Matildis Banda yang merekam dengan jujur pengabdian paramedis atau tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kisah dalam novel tersebut tidak hanya menceritakan rekaan semata para penulisnya, tapi bertolak dari fakta di lapangan, bagaimana para pekerja kesehatan berjuang di tengah minimnya fasilitas kesehatan. Apalagi pada musim penghujan yang harus melintasi sebuah sungai dengan derasnya banjir. Mereka bertaruh nyawa untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Awalnya, Aplonia Mona, warga asal Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang yang hendak melahirkan itu semula dirujuk dari Puskemas Pariti, Kecamatan Sulamu ke RS Dedari di Kota Kupang untuk mendapat penanganan medis, terpaksa menerjang banjir di Sungai Batu Merah akibat putusnya Jembatan Nunpisa yang tak kunjung diperbaiki Pemerintah Provinsi NTT. Aplonia Mona dievakuasi menggunakan perahu karet pada saat cuaca ekstrem.

Meski begitu, terkadang para Nakes mendapat umpatan dari pasien dan keluarganya yang tak puas dengan layanan yang diberikan. Sekalipun mereka tahu betul bahwa pelayanan yang buruk, juga disebabkan oleh minimnya fasilitas pendukung. Tak sedikitpun terbesit dalam pikiran, bahwa Nakes juga punya keluarga yang gelisah menanti kehadiran mereka kembali di rumah dalam keadaan sehat dan selamat.

Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun kepada nttzoom.com, Kamis (14/3) menyebut terdapat empat Nakes yang berhasil menyelamatkan nyawa seorang ibu hamil yang dirujuk dari Puskesmas Pariti, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang ke RS Dedari di Kota Kupang yang hendak melahirkan.

Keempat Nakes tersebut yakni, Bidan Mada Guiteres, Bidan Nina, Bidan Erlin Rumaal dan Bidan Ana. Mereka mendapat apresiasi dari Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun. Yoel menyebut peran Nakes merupakan profesi yang sangat mulia, terlihat dari pengorbanan yang diberikan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pahlawan bagi kemanusiaan.

Lanjut mantan Camat Semau ini, memilih menjadi Nakes sebagai profesi adalah panggilan jiwa, yang tidak semua orang dapat merasakannya.

"Sebagai Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, saya bangga dan berterimakasih kepada para Nakes di Kabupaten Kupang. Khususnya empat Nakes yang sudah mengantar ibu hamil itu ke RS di Kota Kupang untuk melahirkan. Alhasil, semuanya berjalan aman pada saat melahirkan. Mereka (Nakes) dengan begitu siap untuk bertaruh nyawa demi menyelamatkan nyawa yang lain," ujarnya.

Yoel juga berterimakasih kepada tim dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Dinas Sosial (Dinsos), Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Anggota TNI yang sudah membantu proses evakuasi ibu hamil yang hendak melahirkan di Sungai Batu Merah, Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Rabu (13/3).

"Saya berterimakasih kepada pihak terkait yang sudah dengan sigap membantu para Nakes dalam keadaan-keadaan darurat seperti ini. Sekali lagi, saya berterimakasih," ucap mantan Kabid Dinsos Kabupaten Kupang ini.

Sebelumnya diberitakan, jembatan Nunpisa di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT tak kunjung diperbaiki. Betapa tidak, jembatan yang putus pada malam pergantian tahun di tahun 2022 ke tahun 2023 itu tak kunjung dikerjakan pemerintah Provinsi NTT hingga memasuki awal 2024.

Saat jembatan Nunpisa putus, warga di Sulamu dan Amfoang terisolir, karena jembatan itu merupakan penghubung utama warga ke Oelamasi, Ibu Kota Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT.

Bahkan masyarakat Kecamatan Sulamu dan sejumlah kecamatan di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang akan mengalami kesulitan pada musim penghujan tahun 2024 jika pemerintah tidak memperbaiki jembatan tersebut. Apalagi terdapat sejumlah Puskesmas di wilayah Sulamu ketika hendak melarikan pasien ke RSUD Naibonat dan RS lain yang di Kota Kupang.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai