KUPANG, NTTZOOM-Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Nusa Tenggara Timur(NTT) menggelar pertemuab untuk menghadapi sejumlah agenda penting dalam dunia Bulutangkis lokal maupun nasional.
Pertemuan itu antara Ketua Umum (Ketum) PBSI Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay dengan para pengurus PBSI NTT, di Sekretariat PBSI NTT atau rumah Ir. Alexander Foenay yang berlamat di Jl. Soeharto 119-A, Oepura, Kota Kupang, NTT, Sabtu (5/11).
Dalam Pertemuan tersebut, salah satu poin yang disinggung Ketum PBSI Provinsi NTT, Ir. Alexander Foenay, yaitu terkait Bulutangkis masuk sekolah.
Alex jelaskan, di awal tahun 2023, PBSI NTT akan melakukan konsolidasi terkait cabang olahraga (Cabor) Bulutangkis masuk sekolah di setiap sekolah.
Dengan tujuan, kata Anggota DPRD Provinsi NTT itu, Bulutangkis masuk Sekolah untuk mencari bibit-bibit unggul di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dia ingin mencari bibit-bibit unggul di sekolah agar Bulutangkis dapat berbicara di tingkat nasional bahkan hingga tingkat internasional.
"Jadi tahun depan kita (PBSI NTT) harus lakukan even, tapi tahun ini tidak bisa. Kalau tahun depan itu harus. Tujuannya untuk cari bibit-bibit unggul," jelasnya.
Kandidat Calon Wali Kota (Cawalkot) Kupang itu juga menilai, saat ini di setiap daerah, Cabor Bulutangkis belum dikenal. Tetapi dengan hadirnya Bulutangkis di setiap sekolah maka cabang olahraga (Cabor) Bulutangkis tentunya dapat diminati banyak pelajar sehingga Cabor Bulutangkis juga dapat berbicara di tingkat nasional dan internasional.
"Sekarang di daerah-daerah kan belum ada. Tapi Bulutangkis ini seperti cabang olahraga Kempo, dulu siapa yang (pergi) ikut itu Cabor, tapi sekarang sudah di dunia. Jadi Cabor Bulutangkis akan seperti itu juga, akan banyak yang minati jika tahun depan kita lakukan Bulutangkis masuk sekolah," ujarnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang