Kupang, nttzoom-PBSI Provinsi NTT sukses menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) badminton competition tahun 2023 pada Cabang Olahraga (Cabor) Bulutangkis tingkat Provinsi.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 27 Juni hingga 1 Juli 2023 itu di GOR Badminton Umbu Dapasapu, Kota Kupang, Provinsi NTT berjalan aman dan nyaman, baik antar penonton maupun antar pemain. Sesama pemain saling menjaga sportivitas pada saat permainan berlangsung.
Ketua panitia Ramly Tirtokusumo menjelaskan, suksesnya sebuah kegiatan, tidak terlepas dari kerja sama yang baik antar pengurus PBSI, sponsor dan pemain serta penonton dan official atau tim.
Ramly yang juga Kepala BPS Kota Kupang itu menyampaikan terima kasih kepada pihak keamanan dari Polresta Kupang Kota yang sudah mengawal kegiatan tersebut hingga berakhir dengan aman.
Dikatakan, hadirnya pihak kepolisian dari Polresta Kupang Kota di tengah-tengah kegiatan tersebut guna memberikan kenyamanan dan keselamatan pada saat kegiatan berlangsung. Hal ini kata Ramly, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
"Tentunya kita berterimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah menjaga kegiatan ini mulai dari awal hingga akhir," sambungnya.
Dikatakan Ramly, PBSI Provinsi NTT yang saat ini digawangi Ir. Alexander Foenay yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT itu, bertekad untuk memajukan Cabor Bulutangkis di Provinsi NTT, sehingga ke depan para atlet yang berprestasi dapat berbicara di level yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Sehingga, even-even seperti ini perlu dilakukan terus-menerus di tingkat daerah untuk menjaring atlet-atlet terbaik menuju PON 2028 mendatang.
Disampaikan, NTB dan NTT secara resmi terpilih menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional atau PON pada 2028. Penetapan itu disahkan dalam acara Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa atau Musornaslub Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2022.
"Ini yang kita persiapkan, sehingga Ketua Umum PBSI NTT, Pak Alex Foenay tekadnya hanya satu, yaitu bagaimana untuk membuat para atlet dapat berbicara juga pada PON mendatang," imbuhnya.
Sementara Alex Foenay selaku Ketua Umum (Ketum) PBSI Provinsi NTT menyebut even-even ini bagian dari program tahunan yang akan dilakukan secara rutin.
Dikatakan, turnamen badminton atau bulutangkis ini akan diselenggarakan dua kali dalam setahun. "Nanti kita akan buat lagi dalam tahun ini. Menanti PON 2028," tutupnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang