PDIP Pindah Dukungan pada Pilkada Sabu Raijua
Dari kiri anggota Fraksi PDIP Sabu Raijua Leonidas Adu, Wasek Bidang Program DPD PDIP NTT Simon Nili, Waketu Bappilu DPD PDIP NTT Cen Abubakar (MI/Palce Amalo)
Redaksi
30 Jun 2021 06:07 WITA

PDIP Pindah Dukungan pada Pilkada Sabu Raijua

KUPANG, NTTZOOM-Tujuh hari lagi, perhelatan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Sabu Raijua akan digelar. Suu politik terus meningkat. Berbagai geliat politik terus dilakukan untuk memenangkan pasangan calon masing-masing dari dua pasangan tersisa. 

PDI Perjuangan yang sebelumnya mendukung pasangan calon Bupati-Wakil Bupati, Orient Ratu Kore-Thobias Uly (Ie-Rai) beralik haluan. Partai berlambang banteng itu pindah untuk mendukung pasangan nomor urut 3, Takem Raja Pono-Herman Hegi Radja Haba (TRP-Hegi).

Dukungan tersebut baru disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NTT untuk selanjutnya diteruskan ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sabu Raijua.

Wakil Ketua Bappilu DPD PDIP NTT, Cen Abubakar mengatakan, pengalihan dukungan tersebut sesuai instruksi DPP PDIP Nomor 2.037/IN/DPP/VI/2021 yang dikeluarkan sejak 28 Juni 2021, dan ditandatangai Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto dan Sekretaris Hasto Kristiyanto.

Dukungan yang diberikan pun tidak asal-asalan. Sudah melalui tahapan survei sebelumnya. Salah satu indikator dukungan PDIP ialah hasil survei, kemudian DPC dan DPD menggelar rapat dan mengusulkan kepada DPP lalu dikeluarkan surat keputusan yang sifatnya instruksi.

Dijelaskan pihaknya baru selesai melaksanakan survei awal Juni dan hasilnya dikirim ke DPP untuk diputuskan dan yang dipilih adalah pasangan nomor urut 3, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba.
 
Meski waktu sudah sangat singkat, istruksi DPP menjadi hal yang mutlak bagi anggota, seluruh pengurus dan simpatisan untuk bekerja mengamankan isi putusan. 

“Dalam surat tersebut menginstruksikan kepada jajaran pengurus struktural partai, para petugas partai di legistatif dan eksekutif, para kader, anggota, dan simpatisan partai untuk berjuang bersama dan bergotong royong memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua nomor urut 3," ujar Cen Abubakar di Kantor DPD PDIP NTT, Selasa (29/6).

Tidak hanya itu, seluruh jajaran di setiap tingkatan harus lebih aktif melaksanakan konsolidas turun ke bawah untuk melakukan gerakan mendatangi pemilih (door to door), melakukan penggalangan pemilih dan mempersiapkan saksi pemenangan pilkada dangan sebaik-baiknya guna meningkatkan partsipasi pemilih, serta mengamankan perolehan suara pada PSU.

"DPD PDIP NTT bertanggungjawab untuk mengkoordinir semua pengurus sampai dengan TPS dan melaporkan kepada DPP hasil perhitungan berbasis TPS tersebut. DPP akan memberikan sanksi tegas yang tidak menjalankan instruksi pemenangan ini," sebut Cen. 

Prosesnya dimulai dari bawah dengan indikator menyerap aspirasi pengurus dan masa pendukung dan juga komunikasi terbuka dengan kedua pasangan tersebut. 

"Proses ini sangat terbuka. Soliditas yang kami bawa adalah komitmen dan optimisme bahwa pasangan yang kami pilih melalui alat ukur ini bisa menang," tandasnya. 

Terkait sisa waktu yang sudah singkat, Cen jelaskan, tidak ada masalah karena proses ini hanya untuk PSU. Sebelumnya sudah dilakukan pemilihan serentak sehingga hanya dibutuhkan pengakuan dukungan saja. 

"Jujur, masyarakat saat ini hanya menunggu arah dukungan PDIP untuk menangkan paket mana. Masyarakat sudah sangat mengerti terhadap proses ini," katanya. 

Terhadap persoalan yang dialami pendukung sebelumnya, masyarakat pendukung PDIP hingga saat ini masih solid dan siap memberikan dukungan kepada pemimpin yang bisa membawa perubahan. 

"Awal-awal memang ada kekecewaan namun kekecewaan itu tidak boleh dipelihara karena semuanya sudah final. Maka saatnya kita memilih pemimpin baru dan kami memilih pasangan nomor 3," tandasnya. 

Ia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Sarai bisa memberikan hak suaranya pada PSU nanti. Hindari politik uang yang bisa mengorbankan diri sendiri. 

"Pilih sesuai hati nurani dan jangan mengikuti bujuk rayuan dengan diiming-imingi uang. Bawaslu juga harus lebih tajam di tingkat pengawasan. Jangan hanya tajam di MK. Tetap menjaga protokol kesehatan ketat karena virus ada di mana-mana. Hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan serta menggunakan masker," harapnya. 

Sementara Korwil Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua, DPD PDIP NTT, Simon Petrus Nilli mengaku siap mengamankan dan menjalankan seluruh instruksi DPP partai untuk memenangkan pasangan Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau pasangan TRP-Hegi.

"Kami siap amankan keputusan DPP, namun kepada masyarakat tetap patuhi prokes," sebutnya. 

Untuk diketahui, pemilihan serentak 9 Desember 2020, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Orient Ratu Kore-Thobias Uly (Ie-Rai) unggul dalam perolehan suara dengan 21.715 suara atau 48,6 persen dari total 44.592 suara sah.

Selanjutnya, pasangan Nikodemus Rihi Heke-Yohanes Uly Kale menyusul dengan 13.548 suara (30,3 persen) dan pasangan Takem Raja Pono-Herman Hegi Radja Haba 9.329 suara (20,9 persen). 

Juru Bicara KPU Sabu Raijua, Daud Pau mengaku saat ini pihaknya masih melaksanakan tahapan pilkada dalam keadaan normal, aman dan lancar. Tahapan yang tengah dilaksanakan adalah persiapan logistik untuk didistribusikan.

"Kami saat ini masih melakukan sortir logistik dan akan dikirim ke TPS paling lambat tiga hingga dua hari sebelum pelaksanaan PSU," sebutnya. 

Untuk memastikan pelaksanaan PSU berlangsung aman dan lancar, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menerjunkan sebanyak 172 personel untuk melaksanakan tugas Bantuan Kendali Operasi(BKO) Polres Sabu Raijua.

Pasukan tersebut yang terpilih dari Satker Mapolda NTT itu diberangkatkan menggunakan transportasi laut, Senin (28/6). Dan akan bekerja sama dengan TNI serta instansi terkait dalam memperlancar PSU.

"Pengamanan ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya. Tidak ada persoalan yang ditemukan saat pengamanan maupun penyelenggara pilkada. Semuanya berlangsung aman dan lancar," ujar Irjen Lotharia Latif, Senin (28/6).

Kapolda juga berharap siapa pun yang terpilih nantinya harus diterima karena pasangan tersebut merupakan pilihan rakyat yang mesti dijaga. "Di Kabupaten Sabu Raijua ini terpantau aman saja. Tidak ada indikasi yang merujuk pada konflik. Kondisi ini terus dijaga oleh semua pihak agar dapat menghasilkan pemimpin yang diinginkan rakyat Sabu Raijua," sebutnya. 

Jenderal dua bintang di jajaran polda NTT itu juga menyarankan agar jika hasil tidak memuaskan, mengajukan protes melalui mekanisme yang disediakan agar tidak menimbulkan konflik dan tindakan anarkis lainya yang merugikan diri sendiri dan banyak orang. 

"Ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil, maka tempuh melalui jalur hukum untuk mencari keadilan. Jangan membuat kegaduhan yang merugikan diri sendiri," tandasnya.

Ditambahkan pihaknya akan melakukan tindakan tegas dan terukur jika ada pihak yang ingin merusak suasana PSU. "Tujuan pengaman ini agar masyarakat bisa mengikuti dan memberikan hak suaranya dengan aman dan lancar pada tanggal 7 Juli," sebutnya. 

Pasukan tersebut akan melakukan pengamanan hingga penetapan dan pelantikan pasangan terpilih. Selain itu, pengamanan ini juga mendapat dukungan dari Mabes Polri berupa pesawat untuk mobilisasi. 

"Saya akan kontrol langsung pelaksanaan ini hingga selesai," tambahnya.(zt/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai