Pemprov NTT dan PT PLN Kembali Bahas Isu Pengembangan Geothermal di Flores dan Lembata
PT PLN (Persero) bersama para pengembang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kembali menggelar pertemuan bersama Pemprov NTT guna membahas soal pengembangan geothermal di Flores dan Lembata.
admin
29 Apr 2025 14:34 WITA

Pemprov NTT dan PT PLN Kembali Bahas Isu Pengembangan Geothermal di Flores dan Lembata

KUPANG, NTTzoom.com - PT PLN (Persero) bersama para pengembang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) kembali menggelar pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna membahas isu-isu sosial pengembangan geothermal di Flores dan Lembata.  

Ini merupakan pertemuan kedua yang digelar PLN bersana Pemerintah Provinsi NTT, sebagai lanjutan dari pertemuan pertama yang telah digelar pada Kamis 10 April 2025 lalu. 

Pertemuan kali ini dihadiri Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng, IPU, serta para bupati dan wakil bupati dari kabupaten yang menjadi wilayah kegiatan pengembangan geothermal, serta kalangan akademisi dan sejumlah stakeholder terkait lainnya. 

Pertemuan digelar di aula Lantai 2 Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT pada Senin 28 April 2025, dan dipimpin Gubernur NTT, Melki Laka Lena. Pertemuan berlangsung maraton mulai pukul 14.00 wita hingga lewat dari pukul 19.00 wita. 

Dikutip dari wartatimor.com, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan, meski digelar marathon dari siang hingga malam hari, namun ia bersyukur karena pertemuan dihadiri Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng, IPU, serta para bupati dan wakil bupati dari kabupaten yang menjadi wilayah kegiatan pengembangan geothermal. 

Apalagi juga dihadiri pakar konservasi dari Universitas Padjajaran, dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), juga para pengembang dan lainnya, yang memberi catatan kritis terkait geothermal. Sehingga memberi banyak masukan dan memperkawa wawasan dalam mencari solusi terbaik mengenai pengembangan geothermal di Flores. 

“Kami berterima kasih karena mendapat banyak masukan positif. Tentu banyak dinamika di sana, mendapat banyak masukan, Dan melalui energi panas bumi ini, kami percaya, ini adalah anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan baik, sehingga lingkungan terjaga, dan potensi energi bisa kita manfaatkan untuk kehidupan masyarakat yang lebih Sejahtera,” kata Melki Laka Lena.

Setelah pertemuan tersebut, kata Melki Laka Lena, akan segera membentuk tim kerja yang melibatkan semua unsur terkait, baik dari pengembang, pemerintah, tokoh-tokoh lingkungan, dan unsur terkait lainnya, agar ke depan nanti, PLTP yang dibangun PLN, dapat lebih kokoh dan benar-benar menjadi contoh bagi dunia. 

Seentara di akhir pernyataannya ini, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengajak semua yang hadir untuk menyatakan dengan suara lantang, “Ayo Bangun NTT dengan Energi Baru Terbarukan, Ayo Bangun Energi di Indonesia”. 

Secara terpisah, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng, M.Eng, IPU, kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut, dirinya bersama Gubernur NTT dan semua stakelolder saling terbuka, mencermati apa masalah yang dihadapi dan mencari solusi terbaik untuk penyelesaian persoalan penolakan geothermal tersebut. 

Menurut Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, semua sudah sepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, jadi tinggal melakukan action yang konkrit. Merencanakan untuk melakukan uji petik di lokasi pengembangan geothermal, misalnya jika ada semburan, maka akan dikaji oleh kalangan akademisi dan bisa dimungkinkan untuk dijadikan tempat pariwisata. 

Selain itu, kata Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, mungkin regulasinya akan didirevisi yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2023. Juga akan diidentifikasi potensi-potensi di mana saja yang harus disederhanakan sehingga pemanfaatan bioteknologi bisa melibatkan banyak pihak, tidak hanya pengembang tapi juga masyarakat. 

Berikutnya, kata Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, adalah edukasi sehingga Masyarakat menjadi paham tentang geothermal, berikut manfaat-manfaatnya. Semua harus paham informasi tentang listrik, termasuk bagaimana kebutuhan masyarakat akan listrik. 

Karena itu, katanya, yang penting sekarang adalah action. Tim yang dibentuk Bersama pemerintah harus melakukan Upaya sesuai kesepakatan mengenai solusi yang akan dilakukan, seperti diimpulkan Gubernur NTT. Biar bisa segera ada keberlanjutan dalam pelaksanaan kegiatan geothermal ini.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara, Yasir mengatakan, PLN UIP Nusra mengurus pembangunan sumber energi listriknya, sementara kalau untuk operasi pelayanan listrik kepada masyarakat itu adalah kewenangan Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT). PLN UIP mengikuti apa yang dibutuhkan UIW, karena PLN harus melayani kebutuhan Listrik Masyarakat di seluruh Indonesia termasuk di Flores. 

Saat ini, kata Yatsir, kebutuhan listrik di Flores itu masih kurang, sementara selama ini hanya mengandalkan energi fosil sebagai sumber tenaga listrik. Karena itulah PLN UIP Nusra hadir untuk Pembangunan sumber tenaga listrik baru terbarukan di Flores yakni melalui geothermal.Sehingga kebutuhan Masyarakat akan pelayanan listrik bisa terpenuni.   

Yatsir berharap, nantinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Pulau Flores dan Lembata bisa Kembali berjalan sehingga kebutuhan Listrik Masyarakat bisa terpenuhi. (jr/nz*)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga
Carlens
25 Jun 2023 10:04 WITA