Petani Sabu Sulit Dapat Pupuk Subsidi
Pupuk subsidi
Carlens
25 Oct 2023 13:40 WITA

Petani Sabu Sulit Dapat Pupuk Subsidi

SABU, Nttzoom-Anggota DPRD Provinsi NTT, Drs Yulius Uly, M.Si akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terkait kelangkaan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan para petani di Kecamatan Sabu Timur terancam gagal panen.

Pernyataan ini disampaikan Yulius Uly saat menggelar reses di Kelurahan Limaggu, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, tanggal 24 Oktober 2023.

Yulius mengaku segera menyampaikan hal ini ke pemerintah untuk mengambil kebijakan agar dapat menjamin hasil produksi dan produktivitas para petani.

Calon Anggota DPRD Provinsi NTT 2024-2029 dari Partai NasDem itu berpendapat, peningkatan produktivitas petani menjadi salah satu target dalam upaya mencapai kemandirian pangan.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sabu Raijua itu mengatakan, pupuk bersubsidi mempunyai peran penting dalam sektor pertanian. Ia akan meminta pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk segera menyiapkan pasokan pupuk subsidi sesuai kebutuhan para petani serta harus dijangkau dengan harga eceran tertinggi atau HET.

"Nanti saya akan koordinasi dengan bupati untuk siapkan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan para petani. Kasihan, para petani terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan pupuk bersubsidi," tegas dia.

Sebelumnya, Bernardus Sere, salah satu petani dari Kelurahan Limaggu, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua mengisahkan, sekira 20 orang yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Dika Mandiri mengolah lahan seluas empat hektare. Namun, mereka selalu kesulitan pupuk bersubsidi.

"Kami selalu kesulitan pupuk subsidi bapak. Pas kami cari, pupuk sudah habis. Dan akhirnya kami terancam gagal panen," beber dia.

Selaku Ketua Poktan Dika Mandiri, Nadus meminta pemerintah agar memberikan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis Handtraktor untuk dapat mengolah lahan tersebut.

"Kami juga butuh traktor bapak, karena kami di sini, kami sewa traktor desa. Kadang dapat sewa, kadang tidak juga," sambungnya.

Terkait Alsintan, Yulis tambahkan, dirinya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTT untuk menindaklanjuti hal tersebut. "Nanti saya sampaikan ke Dinas pertanian," imbuhnya.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai