* Pileg di Kota Kupang Rampung
KUPANG, Nttzoom-Dinamika politik untuk pemilihan legislatif (Pileg) di DPRD Kota Kupang pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 telah usai. Sebanyak 40 calon anggota DPRD Kota Kupang yang terpilih, sudah diutus dari tiap-tiap Partai Politik (Parpol) untuk menduduki kursi panas dan empuk sebagai wakil dari rakyat Kota Kupang.
Dari 40 Caleg, terdapat sejumlah Caleg yang mendulang suara terbanyak dan berhasil keluar sebagai pemenang pada Pileg 2024 di Kota Kupang dan tak sedikit pula Caleg yang hanya mendapatkan suara pas-pasan.
"Perhelatan pemilu telah selesai, KPU Kota Kupang menjadwalkan tanggal 2 Maret 2024 menjadi hari terakhir penetapan hasil Pemilu 14 Februari 2024. Ada 40 calon terpilih sudah diutus Parpolnya untuk duduk di kursi panas rakyat Kota Kupang. Banyak calon legislatif yang mendulang suara terbanyak dan berhasil keluar sebagai pemenang, ada juga yang hanya memperoleh suara pas-pasan namun karena akumulasi bersama dalam suara parpol mereka seperti beruntung. Namun apa mau dikata, itulah politik," ungkap Peter Foenay kepada nttzoom.com, Sabtu (2/3).
Seperti di daerah pemilihan (Dapil) Kota Raja, Kota Lama yang mana para incumbent terhempas keluar atau kalah dalam Pileg 2024. Ada pula dari Dapil Neraka Maulafa.
Caleg DPRD Kota Kupang, Heinhart Salter Foenay atau lebih dikenal Petter Foenay, dari Partai Perindo nomor urut 1 mengungkapkan, perolehan suaranya mencapai 1.286 suara namun ikut terhempas karena akumulasi Parpol mengalami kekalahan tipis dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang Calegnya hanya memperoleh 766 suara.
Mengenai situasi ini, Petter mengaku mengetahui hasil perolehan suara juga dari media dan beberapa hari pada pleno di tingkat Kecamatan Maulafa. Dirinya tidak memantau secara langsung di aplikasi Sirekap. Pasalnya, di aplikasi Sirekap tidak selalu meng-update seluruh jumlah suara.
Dijelaskan, dirinya hanya memantau melalui para saksi dari Partai Perindo Kota Kupang yang mengikuti pleno di tingkat Kecamatan Maulafa.
"Kami tidak bisa memantau di Sirekap, karena Sirekap tidak selalu terupdate. Kami hanya memantau melalui saksi Partai Perindo yang ikut pleno di Kecamatan, namun itu hal biasa," pungkasnya.
Menurut dia, Pemilu 2024 sudah usai dan semua yang berkaitan dengan pesta demokrasi lima tahunan itu sudah selesai. Dirinya juga mengaku bersyukur sudah mengikuti pesta demokrasi dengan bahagia walaupun mengalami kekalahan. Hal itu menurut dia, wajar jika ada kalah dan menang.
Ia juga meminta para Caleg yang sudah terpilih menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Kupang agar jangan sungkan-sungkan dalam menjalankan tugas dan fungsi. Mengabdi dan bertanggungjawab kepada masyarakat untuk lima tahun ke depan.
"Pemilu telah usai, kami sudah mengikuti pesta politik dengan bahagia. Saatnya yang terpilih mengabdi dan bertanggung jawab kepada masyarakat 5 tahun ke depan," sebutnya.
Secara pribadi, Petter menyampaikan limpah terima kasih kepada 1.200 lebih masyarakat di 9 Kelurahan dalam Kecamatan Maulafa yang memberikan hak suara kepada dirinya sesuai kehendak dari hati nurani.
"Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih kepada 1200 an lebih masyarakat yang sudah memiliki saya. Dan rasa hormat kepada tim kerja, para sahabat, dan keluarga yang ikut berjerih lelah selama kurang lebih tiga tahun terakhir ini," ungkapnya.
Petter selama ini berada di balik layar politik Kota Kupang, bahkan di NTT, dan menjadi suksesor di beberapa pesta politik, alhasil di Pileg 2024 menjadi ajang pertama terjun dalam dunia politik dan langsung meraih kesuksesan yang sangat tinggi.
Sementara untuk agenda atau rencana ke depan dalam kiprah politik di Kota Kupang dan NTT, Petter menyampaikan dengan hasil yang diberikan untuk dirinya, walaupun gagal menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Kupang, tapi bagi Tuhan tidak ada kegagalan jika tidak ingin untuk mencoba.
"Harapan kami kepada semua yang sudah berjalan bersama selama ini untuk tetap rendah hati dan berpolitiklah dengan santun. Apapun hasilnya karena itulah pemenang sejatinya," timpalnya.
Terima kasih juga disampaikan Petter kepada semua panitia Pemilu dari tingkat bawah sampai atas. KPPS, PPS, PPK, KPU dan semua yang sudah ikut mengambil bagian dalam mengawasi jalannya pelaksanaan Pemilu serentak 2024.
"Nasib masyarakat dipertaruhkan di tangan basaudara semua. Peran panitia-panitia ini juga ikut menentukan situasi politik di masyarakat, jangan lelah berbuat baik dan adil bagi kota kita sendiri," harapnya.
"Ibarat kapal di ujung dermaga yang akan berangkat, kita harus berlari agar tidak terlambat menumpanginya. Tapi kadang kala rencana Tuhan membuat kita terlambat agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Itulah politik," tutup Petter.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang