Plan Indonesia Latih ToT 80 Guru SMK di NTT
Plan Indonesia) menggelar pelatihan untuk para pelatih ToT yang diikuti 80 guru SMK.
PP
19 Jul 2024 15:16 WITA

Plan Indonesia Latih ToT 80 Guru SMK di NTT

KUPANG, NTTzoom - Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menggelar pelatihan untuk para pelatih Training of Trainers (ToT) yang diikuti 80 guru SMK dari Kota Kupang, Kabupaten Lembata, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai secara daring dan luring pada Kamis (18/07/2024).  

Kegiatan ini bagian dari program ketenagakerjaan dan kewirausahaan Plan Indonesia, AI TEACH yang didukung penuh oleh Microsoft. 

Dini Arifah, AI TEACH Project Manager Plan Indonesia, menjelaskan,ToT ini sebagai lanjutan dari upaya berkelanjutan Plan Indonesia untuk meningkatkan akses penduduk di NTT terhadap pekerjaan digital.  

“Sebagai organisasi yang sudah bekerja lebih dari 50 tahun di NTT yang merupakan wilayah kerja utama kami, Plan Indonesia berharap dapat menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan para guru dan kesiapan kerja murid SMK di NTT. Tujuannya agar mereka dapat bersaing di era industri digital 4.0,” sebut Dini dalam pembukaan acara ToT di Kupang, Kamis (18/07/2024). 

Kegiatan ToT AI TEACH ini terselenggara melalui kerja sama antara Plan Indonesia dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk menjangkau 1.000 guru SMK melalui pelatihan berjenjang (cascading) dan menjangkau sekitar 60.000 murid SMK di NTT hingga akhir 2024. 

Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, menyambut baik inisiatif Plan Indonesia untuk memajukan kuailtas pendidikan di NTT, terutama untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka NTT yang mencapai 3,17 persen pada 2024. 

“Kita tentunya diberikan kecerdasan, ruang untuk memanfaatkan teknologi dengan baik, teristimewa untuk kemajuan sektor pendidikan di NTT. Dengan adanya AI, sebetulnya segala sesuatu akan menjadi lebih mudah. Pendidik maupun peserta didik harus benar-benar memahami cara memanfaatkan AI untuk pengetahuan dan kemajuan karier, daripada melihatnya sebagai suatu ancaman,” sebut Ambrosius. 

Sementara itu, Microsoft ASEAN Philanthropies Lead Supahrat Juramongkol mengatakan, sejalan dengan misi Microsoft untuk memberdayakan setiap individu dan setiap organisasi di planet ini untuk mencapai lebih. 

"Kami merasa senang dapat mempercepat pengimplementasian program AI TEACH bersama Plan Indonesia. Melalui AI Generative Toolkit yang kami siapkan, kami berharap tidak hanya dapat meningkatkan peluang karier dan pendidikan para peserta, tetapi juga membantu pemerataan akses pendidikan digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital inklusif di NTT," ungkapnya. 

Dia mengatakan, topik pembelajaran yang diberikan melalui AI TEACH adalah keterampilan AI Generatif di dunia pendidikan, soft skill (kesiapan kerja), keterampilan digital dasar, kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI), hingga kesadaran terhadap perilaku berisiko.  

Seluruh pelatihan ini diakses melalui modul AI Generative Toolkit yang tersedia di platform pembelajaran kitakerja.id milik Plan Indonesia, dilengkapi oleh Plan Indonesia dan Microsoft juga bertujuan menjangkau 5.000 pendidik SMK yang akan melatih 300.000 murid SMK dari seluruh penjuru negeri.

Para pendidik juga akan mendampingi setidaknya 60.000 murid untuk mendapatkan sertifikasi penyelesaian oleh Microsoft dan LinkedIn hingga akhir Desember 2024. (dev/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai