Lembata, NTTzoom.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan pengembangan jaringan air bersih di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 2x5 megawatt (MW), Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jaringan perpipaan yang mengalirkan air dari sumber mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka menuju Kampung Lewokoba, Desa Atakore, telah terpasang. Tahapan berikutnya difokuskan pada pembenaman pipa serta penyiapan titik-titik keran air bagi masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP Nusra yang dilaksanakan bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia.
Pembenaman pipa dilakukan untuk melindungi jaringan yang telah terpasang, terutama pada jalur yang melintasi kawasan hutan dan perkebunan warga. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong.
Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, mengatakan seluruh jaringan perpipaan dari sumber mata air hingga Lewokoba dan Kampung Genek telah terpasang. Saat ini, pekerjaan dilanjutkan dengan menggali dan membenamkan pipa agar jaringan lebih terlindungi.
“Seluruh jaringan perpipaan sudah terpasang, mulai dari puncak menuju Lewokoba dan Genek, termasuk jaringan di dalam Kampung Lewokoba. Hari Jumat kami sudah mulai menggali dan membenamkan pipa dengan panjang sekitar 500 meter. Kami sudah sepakat dengan warga bahwa penggalian akan dilanjutkan setiap hari Jumat. Setelah pipa dibenamkan, kami akan melakukan uji coba kembali untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik,” ujar Paul.
Menurut Paul, pekerjaan pembenaman pipa dilakukan mengikuti jadwal bakti warga, yakni setiap Selasa dan Jumat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelesaian jaringan tersebut.
Ia menargetkan seluruh proses pembenaman pipa dapat diselesaikan pada September 2026. Jaringan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lewokoba, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Nuba Atalojo dan Desa Atakore.
Sebelumnya, uji coba jaringan pada 31 Agustus 2026 berhasil mengalirkan air hingga Kampung Lewokoba. Air tersebut berasal dari sumber mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka.
Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, mengatakan masuknya air bersih ke wilayah tersebut menjadi hal penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” kata Agus.
Warga Lewokoba, Petrus Bala Wukak, juga mengungkapkan kondisi masyarakat sebelum jaringan air tersedia. Saat itu, warga harus mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu kami susah sekali mendapatkan air karena harus menunggu air hujan. Saya benar-benar merasakan masa-masa itu. Sekarang air sudah sampai di sini dan mengalir deras sekali. Kami sangat bersyukur,” ujar Petrus.
General Manager PLN UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pengembangan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami berharap sarana yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Manurung.
Selain pengembangan jaringan air bersih, Program Desa Berdaya di wilayah sekitar PLTP Atadei juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan kelompok tani dan kelompok perempuan di Desa Nubahaeraka.
PLN UIP Nusra bersama Yayasan PAPHA Indonesia akan melanjutkan pekerjaan jaringan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah PLTP Atadei. (nz)
Dapatkan sekarang