Kupang, NTTzoom.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, melalui pengembangan potensi rumput laut, pariwisata pesisir, dan UMKM desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa secara berkelanjutan, sehingga potensi lokal tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan sumber pendapatan masyarakat.
Dalam pengembangan program tersebut, PLN telah mendukung penyediaan 10.000 bibit rumput laut unggul untuk kelompok tani pesisir, fasilitas air bersih berupa sumur bor dan tandon permanen, serta pengembangan destinasi agrowisata rumput laut yang dilengkapi jalur tracking, papan informasi, dan titik edukasi.
Program juga diarahkan pada peningkatan keterampilan kelompok UMKM agar mampu mengolah rumput laut menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Kepala Desa Lifuleo, Swingly Say, mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kegiatan ekonomi desa dan keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Fasilitas dan peralatan yang diberikan akan kami manfaatkan untuk mendukung keberlanjutan BUMDes sekaligus mengembangkan potensi rumput laut dan wisata pesisir Desa Lifuleo,” ujar Swingly.
Menurut Swingly, pengembangan potensi desa membutuhkan dukungan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, sehingga manfaat program tidak berhenti pada bantuan sarana dan prasarana.
Camat Kupang Barat, Villy Nakamnanu, turut mengapresiasi kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan potensi Lifuleo.
Ia mengatakan, sejak 2024 dukungan TJSL PLN telah hadir dalam berbagai bentuk di Desa Lifuleo, mulai dari taman bermain anak, jaringan air bersih, gerobak UMKM, hingga dukungan bibit rumput laut.
Assistant Manager Keuangan, Perizinan, Pertanahan dan Umum UPP Nusra 3, Irlan Jayadi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar proyek ketenagalistrikan, khususnya kawasan sekitar PLTU Timor 1.
“PLN berkomitmen agar keberadaan proyek ketenagalistrikan juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui TJSL, kami mendorong potensi lokal agar dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” kata Irlan.
General Manager PLN UIP Nusa Tenggara, RDW Manurung, mengatakan pengembangan di Lifuleo diarahkan agar berbagai program yang diberikan dapat saling terhubung dan membentuk ekosistem ekonomi desa.
“Budidaya rumput laut, ketersediaan air bersih, agrowisata, hingga pengembangan produk UMKM kami dorong menjadi satu ekosistem. Harapannya, potensi yang dimiliki Desa Lifuleo dapat dikelola secara mandiri dan memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Manurung.
Pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengelola potensi pesisir secara produktif. Dengan menghubungkan sektor budidaya, pariwisata, dan UMKM, PLN berharap program TJSL dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lifuleo.
Bagi PLN UIP Nusra, dukungan terhadap masyarakat di sekitar wilayah proyek menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan berdampingan dengan penguatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.(nz)
Dapatkan sekarang