‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu, Roya Ginting (paling kiri), mengikuti penanaman bibit secara simbolis sebagai tanda dimulainya Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo.
‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, mengikuti seremonial penanaman bibit Durian Black Thorn sebagai simbol dimulainya Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo.
‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Anggota Koramil 1612-07/Satar Mese, Serda Zainal Abidin, bersama Bhabinkamtibmas Desa Wewo, Bripka Theodorus Angkat, mengikuti penanaman bibit secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo.
‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Tampilan udara (drone) lokasi pelaksanaan Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo yang menjadi kawasan pengembangan lahan produktif bagi masyarakat sekitar PLTP Ulumbu 5.
‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
(Kiri–kanan) Ketua Kelompok Tani, Camat Satar Mese Yohanes Paulus Jenahat, Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu Roya Ginting, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Paulus Jeramun berfoto bersama usai sosialisasi Program Agroforestry Hetero sebelum
‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo
Salah seorang perempuan masyarakat adat yang tergabung dalam kelompok tani penerima manfaat Program Agroforestry Hetero melakukan penanaman bibit mangga di lokasi program di Desa Wewo.
Redaksi
27 Jun 2026 14:29 WITA

‎PLN Luncurkan Agroforestry Hetero di Desa Wewo

Manggarai, NTTzoom.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui PLN Peduli meluncurkan Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/6/2026). Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu.

‎Peluncuran program ditandai dengan penanaman perdana bibit agroforestry yang dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta kelompok tani yang akan mengelola lahan.

‎Melalui program tersebut, masyarakat mengelola lahan seluas sekitar 1,5 hektare dengan sistem agroforestry. Pada tahap awal ditanam 6.000 bibit kopi, 950 bibit durian varietas Black Thorn, 550 bibit mangga, dan 185 bibit alpukat. Jumlah bibit akan terus ditambah secara bertahap sesuai pengembangan program.

‎Camat Satar Mese, Yohanes Paulus Jenahat, mengapresiasi inisiatif PLN yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi warga.

‎"Saya mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan menjalankan program ini dengan baik. Beberapa tahun ke depan manfaatnya akan semakin dirasakan oleh masyarakat," katanya.

‎Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan di sektor lain sesuai kebutuhan warga.

‎Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, mengatakan keberhasilan program tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat.

‎"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah membuka ruang kolaborasi. Harapan kami bukan hanya proyek yang berjalan dengan baik, tetapi juga ekonomi masyarakat dapat tumbuh bersama kehadiran PLTP Ulumbu," ujarnya.

‎Menurut Roya, konsep agroforestry hetero tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan lahan yang terintegrasi.

‎Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong kelompok tani dan kaum perempuan Desa Wewo yang selama lebih dari satu bulan terlibat membuka dan menyiapkan lahan sebagai lokasi program.

‎Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan Program Agroforestry Hetero merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

‎"Melalui program Agroforestry Hetero, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Manurung.

‎Menurutnya, pengembangan energi panas bumi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Karena itu, PLN berharap program tersebut menjadi fondasi bagi tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Wewo sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan PLTP Ulumbu.(nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai