‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok  ‎
Tampak atas PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) di Sambelia, Lombok Timur, yang telah berhasil melaksanakan first synchronization sebagai tahapan menuju COD pada akhir tahun 2026.
‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok  ‎
Jajaran manajemen PLN UIP Nusra melakukan pengecekan di ruang operator PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) saat proses first synchronization di Sambelia, Lombok Timur.
‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok  ‎
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, bersama jajaran manajemen berfoto bersama di depan PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) di Sambelia, Lombok Timur. Pembangkit ini ditargetkan memasuki COD pada akhir tahun 2026.
‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok  ‎
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, bersama jajaran manajemen dan pimpinan proyek PT Rekayasa Industri (Rekind) berfoto bersama di ruang operator PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) usai pelaksanaan first synchronization di Sambelia, Lombok Timur.
‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok  ‎
General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, bersama pimpinan proyek PT Rekayasa Industri (Rekind) memantau proses first synchronization PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) di ruang operator PLTU Sambelia, Lombok Timur.
Redaksi
27 Jul 2026 11:10 WITA

‎PLN Tambah Daya 50 MW untuk Sistem Lombok ‎

Mataram, NTTzoom.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil melakukan first synchronization atau sinkronisasi perdana PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 berkapasitas 50 MW di Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

‎Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam penyelesaian pembangunan pembangkit sekaligus menandai kesiapan Unit 1 untuk memasuki tahapan pengujian lanjutan sebelum beroperasi secara komersial.

‎Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menjelaskan first synchronization merupakan tahapan ketika pembangkit pertama kali terhubung dengan jaringan listrik dan beroperasi secara paralel dengan sistem kelistrikan yang sudah ada.

‎“Sinkronisasi merupakan milestone krusial yang menunjukkan bahwa pembangkit telah siap secara teknis untuk terhubung dengan sistem kelistrikan. Listriknya sudah bisa dirasakan kebermanfaatannya dan berkontribusi menambah daya ke Sistem Kelistrikan Lombok,” ujar Yogi.

‎Sebelum proses sinkronisasi, PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 telah melalui berbagai tahapan pengujian dan memperoleh Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) dari PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi.

‎Setelah sinkronisasi perdana, pembangkit masih akan menjalani sejumlah pengujian lanjutan, meliputi uji pembebanan, uji keandalan, uji unjuk kerja, serta uji dampak lingkungan sebelum memasuki tahap Commercial Operation Date (COD).

‎General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan keberhasilan sinkronisasi perdana tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.

‎“First synchronization merupakan gerbang awal sebelum pembangkit dapat beroperasi secara penuh dan menyalurkan daya ke sistem kelistrikan. Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok,” ujar Manurung.

‎PLN menargetkan PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 dapat mencapai COD pada akhir 2026. Dengan kapasitas 50 MW, pembangkit ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 38 ribu rumah tangga berdaya 1.300 VA.

‎Kehadiran PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 diharapkan semakin memperkuat keandalan Sistem Lombok sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik, investasi, dan perekonomian di NTB. (nz) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai