KUPANG, NTTZOOM-Polresta Kupang Kota kembali menggelar Operasi Pekat Masyarakat (Pekat) turangga tahun 2022 guna menanggulangi terjadinya kasus kriminal bersenjata jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Operasi rutin Kepolisian yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia ini memiliki rentang waktu 14 hari dan berakhir tanggal 19 Desember 2022.
Menurut Kapolresta Kupang Kota, Rishian Krisna Budhiaswanto, SH. SIK. MH, Operasi Pekat Turangga tahun ini bertujuan untuk menindak berbagai bentuk kejahatan penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Kupang Kota.
Dijelaskan, sasaran operasi turangga 2022 yang dilakukan adalah senjata tajam, minuman keras, Narkotika dan obat-obatan terlarang, serta surat-surat dan atribut kendaraan bermotor.
Lanjut Krisna, adanya kegiatan operasi ini demi menjamin keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 2023.
"Kami sedang menjalankan Operasi Pekat Turangga 2022 menjelang Natal dan Tahun Baru," terang Kapolresta Kupang Kota, Rishian Krisna Budhiawanto di ruang kerjanya, Jumat (9/12).
Diterangakan, Operasi Pekat Turangga 2022 bertujuan untuk penanggulangan dan penindakan terhadap penyakit masyarakat khususnya masalah peredaran narkoba, minuman keras secara illegal, perjudian, premanisme, prostitusi di wilayah hukum Kota Kupang.
"Jadi sasarannya petasan, minuman-minuman keras (miras) di tempat umum, knalpot reacing, dan Narkotika," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat menghindari tempat-tempat yang menjadi tempat perkumpulan untuk mengonsumsi miras, tidak bermain judi, mengkonsumsi narkoba maupun melakukan tindak pidana lainnya yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Mantan Kabib Humas Polda NTT itu juga mengajak masyarakat khususnya di wilayah Kota Kupang untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian guna menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polresta Kupang Kota.
"Apabila kemitraan dan kerja sama yang baik sudah terjalin antara masyarakat dan kepolisian maka kondusifitas di suatu wilayah dapat dengan mudah terwujud,” jelasnya.
Pihaknya juga berharap dengan adanya operasi Pekat ini, masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Nataru.
Dijelaskan, untuk menyambut perayaan Nataru, pihaknya akan mempersiapkan pos pelayanan dan pos pengamanan di tempat kegiatan ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
"Jadi kita akan siapkan pos-pos pelayanan dan pos pengamanan di beberapa titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat," pungkasnya.
Pos-pos tersebut akan diisi dengan beberapa personel yang terkolaborasi antara Polri dan beberapa instansi terkait.
Ia juga meminta dukungan dari semua masyarkat untuk bersama-sama membantu pihak kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas.
"Kita sangat membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas jelang Nataru," tandasnya.
Diharapkan masyarakat Kota Kupang terus meningkatkan kesadaran dan keselamatan dalam berlalulintas. Menurutnya, kesdaran dan keselamatan berlalulintas yaitu para pengendara wajib menggunakan helm, memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan tidak menggunakan knalpot reacing.
"Imbauan saya jelang Nataru ini, mari kita sambut Nataru ini dengan hati dan pikiran yang gembira, tetapi kita harus perhatikan hal-hal yang kemudian tidak mengabaikan keselamatan diri dan orang lain. Ke manapun kita pergi harus menggunakan helm, tidak menggunakan knalpot reacing dan tidak membunyikan petasan," ucapnya.(jem/cd3/nz)
Dapatkan sekarang