Polwan NTT yang Mengasuh Korban dan Mengungkap TPPO Lintas Negara
AKP Fridinari Dilliyana Kameo, penyidik senior di Polres Kupang, NTT.



Sumber Foto: Humas Polda NTT
Redaksi
25 Nov 2025 22:23 WITA

Polwan NTT yang Mengasuh Korban dan Mengungkap TPPO Lintas Negara

‎Kupang, NTTzoom.com – Dedikasi tanpa henti dan keberanian seorang polwan kembali menjadi sorotan di Nusa Tenggara Timur. AKP Fridinari Dilliyana Kameo, penyidik senior yang kini bertugas di Polres Kupang, menerima apresiasi langsung dari Kapolda NTT atas konsistensinya mengungkap jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara serta pengabdiannya terhadap perlindungan perempuan dan anak.

‎Bekerja di balik kasus-kasus besar yang sering menggemparkan publik, Fridinari dikenal luas sebagai polwan yang tak hanya menyelesaikan berkas perkara, tetapi juga memikul beban kemanusiaan para korban. 

‎Dalam berbagai pengungkapan kasus TPPO bersama Kapolres, Kasat Reskrim, dan tim, ia menjadi salah satu motor penggerak penindakan yang tegas, terutama terhadap jaringan yang mengirimkan perempuan NTT sampai ke Malaysia. 

‎Kepedulian mendalam Fridinari tampak paling kuat justru di luar ruang penyidikan. Ketika shelter belum tersedia, ia membuka pintu rumahnya bagi para korban, terutama anak-anak. Seorang anak korban kekerasan bahkan tinggal bersama keluarga Fridinari sejak 2022 dan kini duduk di kelas 3 SD.

‎“Kalau anak-anak itu tidak punya tempat kembali, saya tidak tega. Yang penting mereka aman,” begitu pengakuannya dalam beberapa kesempatan.

‎Langkah kecil yang ia anggap biasa itu nyatanya memberi perbedaan besar: sebuah rumah yang ramah, stabil, dan jauh dari ketakutan.

Dua Dekade Mengabdi untuk Korban Kekerasan

‎Memulai karier sebagai anggota Polri di Polda Timor Timur tahun 1999, Fridinari telah menghabiskan lebih dari dua puluh tahun hidupnya menangani kasus kekerasan berbasis gender. Ia mengantongi kejuruan Dikjur PPA, Dikjur Perwira PPA, hingga pelatihan internasional investigasi trafficking (JCLEG) yang memperkuat kapasitasnya menembus jaringan TPPO.

‎Pada 2020, ia dipercaya kembali ke Ditreskrimum Polda NTT untuk memperkuat penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak di wilayah yang tingkat kerentanannya masih tinggi.

‎Tidak seperti kebanyakan penyidik, Fridinari memilih turun langsung ke masyarakat. Ia menjadi narasumber bagi organisasi kepemudaan, komunitas hukum, hingga lembaga gereja. Materinya selalu satu: hentikan kekerasan, berdayakan perempuan, lindungi anak.

‎Ia juga dikenal aktif mendorong legalitas pernikahan bagi pasangan yang hidup bersama. Sejak 2019, ia telah menjadi saksi pernikahan 16 pasangan—sebuah langkah sederhana namun penting untuk mencegah diskriminasi administratif yang kerap dialami perempuan dan anak.

‎Tak hanya itu, ia terlibat dalam program penanganan stunting bersama puskesmas dan lembaga donor, membangun jembatan antara edukasi, kesehatan, dan perlindungan keluarga.

Apresiasi Kapolda: “Polri Butuh Sosok Seperti Ini”

‎Atas kontribusinya dalam mengungkap TPPO serta pengabdiannya kepada korban, Kapolda NTT memberikan apresiasi khusus kepada AKP Fridinari.

‎Dalam rilis resmi, Kapolda menilai bahwa keberadaan sosok seperti Fridinari menjadi bukti bahwa Polri tak hanya hadir dengan penegakan hukum, tetapi juga kepedulian kemanusiaan.

‎“Polri membutuhkan figur-figur yang bekerja dengan hati, seperti AKP Fridinari. Penindakan penting, tetapi pemulihan korban jauh lebih bermakna,” ujarnya.

‎Di tengah meningkatnya kasus TPPO di NTT, nama Fridinari menjadi pengingat bahwa perubahan sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil—dari ruang penyidikan, dari ruang kelas seorang anak yang ia asuh, dari rumah-rumah warga yang ia sambangi, hingga dari panggung-panggung edukasi.

‎Kepedulian itulah yang menjadikannya bukan sekadar polwan, tetapi juga penjaga bagi mereka yang paling rentan. (nz/es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga