Pulau Semau Menuju Sertifikat Bebas Penyakit Brucellosis
Rapat evaluasi pembebasan Brucellosis Pulau Semau
Carlens
09 Nov 2022 16:17 WITA

Pulau Semau Menuju Sertifikat Bebas Penyakit Brucellosis

Hadiah HUT ke-64 Provinsi NTT 

KUPANG, NTTZOOM-Kerja keras pemerintah melalui Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar dan Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Peternakan Kabupaten Kupang menuai hasil baik.

Pulau Semau selangkah lagi akan ditetapkan sebagai pulau bebas penyakit Brucellosis. Penyakit yang menyebabkan keguguran pada ternak sapi. Pasalnya, lebih dari 10.000 sampel sapi yang diuji di laboratorium, semuanya dinyatakan negatif Brucellosis.

Hal ini terungkap aqm Rapat Evaluasi Pembebasan Brucellosis Pulau Semau yang digelar Rabu (9/11) di Sotis Hotel Kupang.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Alexander Matte pada kesempatan itu menjelaskan, proses pembebasan Brocellosis di Pulau Semau sudah dimulai sejak 2018.

"Waktu itu dimulai dengan usulan lalu kita ambil sampel. Sampai 2022 ini, semua sampel negatif," kata Alexander Matte dalam acara yang dibuka Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay dan dihadiri sejumlah pejabat dari BBV Denpasar.

Sementara Melki Angsar, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi NTT mengungkapkan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah menyatakan keinginannya terkait rencana besar menjadikan NTT sebagai pengekspor ternak sapi, baik pedaging maupun bibit.

Salah satunya dengan menjadikan Pulau Semau sebagai sentra pengembangan sapi Bali/Sapi Timor yang berkualitas dengan mengantongi sertifikat bebas Brucellosis.

Melki katakan, selama ini NTT hanya mengekspor sapi pedaging. Misalnya tahun 2022 ini sebanyak 82.500 ekor sapi dijual keluar NTT. Jika sudah ada sertifikat bebas Brucellosis, NTT, khususnya Pulau Semau bisa mengekspor bibit sapi ke berbagai daerah.

"Gubernur minta, kalau boleh, sebelum tanggal 20 Desember Hari Ulang Tahun ke-64 NTT, kita sudah dapat sertifikat Pulau Semau Bebas Brucellosis," ungkapnya.

Saat ini dokumen usulan tersebut sedang dipersiapkan untuk dibawa ke Kementerian Pertanian melalui BBV Denpasar, Bali untuk dipelajari dan diusulkan.(jem/cd3/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga