Kupang, Nttzoom - Sisa sampah tampak berserakan di Jalan El Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) pada Minggu, 1 September 2024.
Sampah-sampah yang berserakan, itu berada di sepanjang jalan El Tari Kupang, tepatnya di depan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT.
Sampah yang berserakan, itu diakibatkan karena adanya Kupang Exotic Run 2024 yang digelar pada Sabtu, 31 Agustus 2024 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Bank Indonesia(BI) dan Bank NTT.
Kegiatan itu dihadiri lebih dari 4.000 Pelari, dan dibuka secara langsung dengan pengibaran bendera Start oleh Ketua Umum (Ketum) PB PASI yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake serta Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, serta Ketum Pengprov PASI NTT, Theo Widodo.
Diposting akun media sosial (Medsos) NTT_Update di Instagram (IG) pada Minggu, 1 September 2024, memperlihatkan sampah-sampah, itu berserakan tanpa dibersihkan oleh masyarakat yang mengikuti event tersebut dan Pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang.
Adapun akun medsos NTT_Update dalam menulis caption dipostingan itu, memperihatinkan Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemkot Kupang terkait penanganan sampah di Kota Kupang.
Dalam postingan yang baru saja di muat 33 menit, mendapat like sebanyak 3.877 dan komentar sebanyak 244. Komentar tersebut ada yang menyalahi panitia dalam event Kupang Exotic Run 2024 serta terdapat akun yang membela Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.
“Bisa begini ini, panitia kemarin dong (mereka) dimana o”Tulis akun @ethooo26
“Panitia dan yang ikut lari dong(mereka) kenapa sonde(tidak) lari sambil pungut sampah” Tulis akun milik @mayas.wm
“Manusia pamalas dong (mereka), berharap agar petugas kebersihan yang kerja kasih dong (mereka),” ujar akun @apbaok
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) LHK Kota Kupang, Max Mahuri dikonfirmasi media Nttzoom.com pada Minggu, 1 September 2024 pukul 11.09 Wita, membenarkan adanya sampah itu akibat dari kegiatan yang digelar Pemprov NTT, pada Sabtu, 31 Agustus 2024, kemarin.
Max berujar, seharusnya sampah tersebut dibersihkan namun bertempatan dengan hari Minggu sehingga semuanya masih mengikuti Gereja.
“Ia giat semalam sebentar kami jam 15.00 akan membersihkan lokasi tersebut. Saya sudah info ke semua teman-teman DLHK. Mau tadi pagi (red) tapi semua lagi gereja,” ungkap Plt. Kadis DLHK Kota Kupang, Max Mahuri. (jem/dev/nz)
Dapatkan sekarang