Ngada, NTTzoom.com – Bupati Ngada Raymundus Bena mengungkap bocah SD berinisial YBR (10) sempat berulang kali menanyakan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ibunya sebelum ditemukan meninggal dunia di kebun cengkeh Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, pada Kamis (29/01/2026) lalu.
Hal tersebut disampaikan Raymundus usai tim Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan penelusuran di lapangan terkait tragedi yang menewaskan siswa sekolah dasar tersebut.
Menurut Bupati, korban beberapa kali meminta ibunya mengurus pencairan dana PIP yang akan digunakan untuk kebutuhan sekolah. Namun pencairan tidak dapat dilakukan karena terkendala administrasi kependudukan.
“Dia bertanya kapan PIP beasiswanya diurus dan mamanya bilang tunggu nanti pencairan ke BRI di kabupaten,” ujar Raymundus.
Ia menjelaskan, secara administrasi pencairan dana tidak bisa dilakukan lantaran KTP ibu korban masih tercatat di Kabupaten Nagekeo, bukan Kabupaten Ngada sesuai domisili terbaru keluarga.
Akibat kendala tersebut, ibu korban diminta mengurus perpindahan administrasi terlebih dahulu. Namun hingga kejadian tragis itu terjadi, proses tersebut belum sempat dilakukan.
Bupati menuturkan, pada hari kejadian korban tidak masuk sekolah dan pergi ke kebun neneknya. Beberapa warga sempat bertanya alasan korban tidak bersekolah, dan dijawab bahwa ia sakit kepala.
Sekitar pukul 11.00 WITA, seorang saksi berinisial KD yang hendak mengikat kerbau di kebun singgah ke pondok tersebut. Namun saksi justru menemukan korban telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di salah satu pohon cengkeh. (es)
Dapatkan sekarang