Sekolah di Kupang Disegel, Dibuka Paksa Kadis Pendidikan dan Siap Bertanggung Jawab
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami, saat membuka paksa balok kayu di gerbang SDN Tenau Kupang-NTT, Senin (14/07/2025).
Redaksi
15 Jul 2025 00:11 WITA

Sekolah di Kupang Disegel, Dibuka Paksa Kadis Pendidikan dan Siap Bertanggung Jawab

KUPANG, nttzoom.com -‎Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tenau - Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang disegel warga selama dua hari, kini telah dibuka. 

‎Pembukaan segel secara paksa ini dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumul Djami, dengan dibantu sejumlah guru, pihak komite sekolah dan orang tua siswa, Senin (14/07/2025). 

‎Menurut Dumul, langkah paksa itu ditempuh demi kepentingan dan masa depan anak-anak. Sebab, aksi penyegelan itu sangat berdampak pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. 

‎"Kalau ada yang merasa terganggu karena saya yang membuka (segel), itu bisa gugat saya, nggak apa-apa, tapi saya mau supaya anak-anak yang ada ini, mereka bisa masuk untuk bisa sekolah di fasilitas yang sudah dibikin pemerintah. Tidak bisa kita mencegah mereka (anak-anak)," kata Dumul kepada nttzoom.com.

‎Dikatakannya, gedung sekolah yang telah dibangun pemerintah untuk mendidik generasi penerus bangsa, sehingga, tidak boleh ada pihak manapun yang menghambat ataupun menggangu aktivitas belajar anak. 

‎Meski begitu, ia menyarankan pihak yang mengklaim lahan tersebut agar mengikuti prosedur hukum yang ada tanpa harus menjatuhkan semangat belajar anak-anak. 

‎"Bahwa nanti disini ada yang ngaku tanah dari dia, 'kan ada APH, ada jalur (pengadilan) silahkan gugat pemerintah. Nggak apa-apa, tapi jangan ganggu ini anak-anak. Bayangkan, anak-anak sekolah begini baru kita segel begini kan mengganggu mereka. Secara psikologis dong (mereka) terganggu, proses pembelajaran kan terganggu," ujar Dumul.

‎Lanjut Dumul, sesuai data, sekolah tersebut dibangun pada tahun 2012 sementara ia baru menjabat di tahun 2019. Karena itu, ia yakin pembangunan gedung sekolah itu sudah sesuai dengan kesepakatan bersama antara pemilik lahan. 

‎ "Prinsipnya begini, pemerintah bikin untuk pelayanan publik, kenapa dihambat itu anak-anak. Itu kan ade dengar sendiri, anak-anak tadi berteriak, bapa kami mau sekolah, kenapa kami punya sekolah disegel, kami mau sekolah di mana, kan begitu, makanya saya langsung ambil tindakan, kita bongkar karna anak-anak mau sekolah, masa depan anak-anak ini kita tidak bisa hambat, mereka mau jadi apa kalau tidak sekolah," pungkasnya. 

‎Meski demikian, persoalan penyegelan sekolah ini, lanjut Dumul, akan dilaporkan ke Pemerintah Kota Kupang, untuk ditindaklanjuti proses hukum seperti apa yang akan diambil. 

‎"Nanti kami konsultasikan dengan pimpinan, tapi langkah awal yang saya sudah bikin, saya bertanggung jawab, bahwa saya buka ini segel tidak ada untuk apa-apa tapi untuk anak-anak bisa bersekolah," tutupnya. 

‎Aksi pembukaan paksa segel sekolah itupun disambut gembira ratusan anak-anak. Mereka langsung berlarian masuk ke halaman sekolah. 

‎Sejumlah oran tua siswa pun terharu karna melihat anak mereka begitu semangat berlarian menuju ke kelas untuk mendapatkan tempat duduk. 

‎"Saya senang karna sudah kembali ke sekolah soalnya kami libur cukup lama, dan saya kangen dengan teman-teman di sekolah," ungkap Jeni, salah satu siswi kelas V. 

‎Dia mengaku sempat sedih karna saat tiba di pintu gerbang di hari pertama masuk sekolah, kondisi gerbang dalam keadaan dipaku menggunakan balok-balok berukuran besar. 

‎"Iyaa sedih, dari pagi kami semua di luar pagar," kisahnya. (es/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai