Semburan Lumpur di Bukit Liman Pulau Semau Viral di Media Sosial
Screenshot videon semburan lumpur di Bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (12/01/2026).
Redaksi
14 Jan 2026 17:56 WITA

Semburan Lumpur di Bukit Liman Pulau Semau Viral di Media Sosial

Kupang, NTTzoom.com — Fenomena alam berupa semburan lumpur dari Bukit Liman, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial dan grup WhatsApp warga, sejak Senin (12/01/2026). 

‎Video yang beredar menampilkan semburan lumpur dari kaki bukit yang sekilas menyerupai gelombang besar, sehingga memicu kekhawatiran dan spekulasi bahwa bukit tersebut “meletus”.

‎Fenomena itu yang diketahui terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 wita itu direkam oleh warga setempat.

‎Menindaklanjuti viralnya video tersebut, jajaran Polres Kupang bersama Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan langsung melakukan pengecekan ke lokasi pada Selasa (13/01). 

‎Hasil verifikasi di lapangan memastikan bahwa semburan lumpur telah berhenti pada Selasa pagi. Endapan lumpur tersisa diperkirakan seluas sekitar 30 x 40 meter, dengan lokasi semburan berada sekitar dua kilometer dari permukiman warga. 

‎Semburan itu juga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

‎Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, saat dikonfirmasi wartawan, menegaskan bahwa fenomena yang viral di media sosial itu bukanlah letusan gunung berapi.

‎“Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Hasil pengecekan memastikan ini adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanik,” tegas Kombes Pol. Henry, Rabu (14/1/2026).

‎Ia menjelaskan, semburan lumpur tersebut diduga dipicu oleh tekanan gas alam dan air tanah di bawah permukaan yang menemukan celah atau rekahan untuk keluar ke permukaan. Fenomena ini disebut baru pertama kali terjadi di Bukit Liman.

‎Sebagai langkah antisipasi, Polsek Semau bersama pemerintah desa dan kecamatan telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang. 

‎Aparat juga menyiapkan pemasangan papan peringatan dan mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi semburan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak beraktivitas di sekitar lokasi, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial,” tambahnya.

Polda NTT memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengajak masyarakat untuk menyaring informasi serta mengandalkan keterangan resmi dari aparat dan instansi berwenang. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai