Seorang Bocah Tewas di IPAL, Polisi Periksa Manajemen RSUD SK Lerik 
TKP bocah tewas IPAL di RSUD SK Lerik Kota Kupang.
admin
06 Aug 2024 20:17 WITA

Seorang Bocah Tewas di IPAL, Polisi Periksa Manajemen RSUD SK Lerik 

Seorang Bocah Tewas di IPAL, Polisi Periksa Manajemen RSUD S.K Lerik 

Kupang, Nttzoom - Polresta Kupang Kota segera memanggil dan memeriksa pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah( RSUD) S.K Lerik Kota Kupang. 

Pemanggilan dan pemeriksaan pihak manajemen RSUD S.K Lerik ini berkaitan dengan seorang anak laki-laki berinisial AN (7), meninggal dunia usai jatuh di Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) Rumah Sakit RSUD S.K. Lerik sekira pukul 15.00 Wita.  

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldian RJH Manurung menyatakan pihak manajemen RSUD S.K Lerik Kota Kupang segera diperiksa terkait jatuhnya seorang anak laki-laki di bak limbah RSUD S.K Lerik.  

Apalagi, penutup IPAL itu tak diperhatikan oleh pihak RSUD S.K Lerik bahkan bak penampungan limah itu tak dipagari oleh pihak RSUD S.K Lerik. Penutupnya hanya menggunakan seng bekas yang sudah keropos.  

“Iya, yang pastinya pihak manajemen RSUD S.K Lerik kita akan periksa terkait sistem sanitasi yang ada di RSUD S.K Lerik ini,” ujar Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan RJH Manurung Tempat Kejadian Perkara  (TKP) pada Selasa, 6 Agustus 2024.  

Aldinan mengungkapkan, selain pihak manajemen RSUD S.K Lerik diperiksa, terdapat sejumlah saksi-saksi yang turut diperiksa untuk proses pengembangan dan penyelidikan terhadap kasus ini.  

“Ada juga sejumlah saksi-saksi yang akan dipanggil dan diperiksa guna mendapatkan informasi atau keterangan lebih lengkap,” pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) S.K. Lerik, drg. Dian Arakiang memilih bungkam ketika hendak diwawancarai awak media dan berlalu dengan mobil dinasnya meninggalkan ruang pemulasaran jenazah.  

Direktur RSUD S.K Lerik itu hendak diwawancarai awak media terkait seorang anak laki-laki berinisial AN (7), murid kelas 1 salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang, meninggal dunia usai jatuh di Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) Rumah Sakit RSUD S.K. Lerik sekira pukul 15.00 wita atau pukul 03.00 sore. 

Salah satu keluarga dari korban menyebut  bahwa AN diduga bermain bersama adiknya di sekitar lokasi IPAL. Penutup IPAL itu tak diperhatikan oleh pihak RSUD S.K Lerik.   

Pasalnya, bak penampungan limah itu tak dipagari oleh pihak RSUD S.K Lerik. Penutupnya hanya menggunakan seng bekas yang sudah keropos.  

Bak tersebut kedalamannya berukuran 4 meter  dengan panjang 5 meter dan lebar 2 meter. Didalam bak penampung limbah itu, terisi air yang diperkirakan 3 meter.  

“Dia (AN) datang bersama orang tuanya yang kebetulan tugas di sini. Kami menduga dia bermain di atas lokasi IPAL, dan jatuh ke dalam karena penutup IPAL sudah keropos. Saat kakaknya jatuh, adiknya ini teriak lapor ke orang tua,” Ungkap keluarga korban yang namanya enggan disebutkan, pada Selasa 6 Agustus 2024.   

Ketika dikabarkan AN meninggal dunia, ibu kandung korban bersama keluarga menangis histeris di ruang pemulasaran jenazah RSUD S.K. Lerik. Jenazah kemudian diantar pulang ke rumahnya dibilangan pelabuhan Bolok, Kota Kupang dengan menggunakan mobil ambulance milik RSUD S.K. Lerik. (jem/dev/nz)

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai