Kupang, nttzoom.com -- Seorang wanita lansia berinisial S (67), warga Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan positif terinfeksi hantavirus jenis Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang ditularkan melalui tikus.
S diketahui terinfeksi hantavirus, usai memeriksakan diri di Salatiga, Jawa Tengah pada 8 Mei 2025, setelah mengeluh adanya rasa nyeri terutama pada bagian betis.
Dia pun sempat menjalani perawatan sejak 14 - 16 Mei 2025. Awalnya, dokter mendiagnosis S mengalami leptospirosis. Darahnya pun sempat diperiksa di laboratorium RS. dr. Asmir Kota Salatiga, 19 Mei, dan dinyatakan terindikasi mengalami kerusakan liver dan ginjal.
Kemudian penyelidikan epidemiologi mulai dilakukan 27 Mei oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga dan Puskesmas Sidorejo Kidul.
Hasilnya, 2 Juni 2025, dia dinyatakan positif tertular hantavirus. Hasil ini pun dikirim lewat notifikasi laporan ke Dinkes Propinsi NTT dan Loka labkesmas Waikabubak kemudian puskesmas Sikumana.
Pihak puskesmas kemudian memasang perangkap tikus di kediaman pasien di Kota Kupang dan memetakan lokasi mulai 7 - 9 Juni. Dari 24 ekor tikus yang tertangkap, 23 ekor dari lokasi tempat tinggal pasien dan 1 ekor dari kelurahan lain sebagai pembanding.
Tim Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga kemudian menganalisis dengan hasil 2 ekor tikus positif hantavirus dan 2 ekor tikus positif leptospira.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan ini menjadi temuan kasus pertama di Kota Kupang.
"Hantavirus ini dengan vektor tikus. Ada temuan itu. Jadi saya langsung mengaktifkan surveilans itu di Kecamatan Maulafa. Kita aktifkan juga pencegahannya. Tikusnya ditangkap semua. Jadi ditangkap, dibawa ke lab untuk dites," jelas Christian.
Chris mengatakan, S tertular karena kebiasaannya selama ini dan ditambah imun tubuhnya yang juga sudah menurun.
"Sebenarnya karena orangnya, pasiennya ini, katanya suka tangkap tikus. Dia lama di Salatiga tapi sebelum ke Salatiga dia di sini. Kerjanya suka tangkapin tikus dan sudah usia tua dengan ketahanan tubuhnya 'kan sudah turun," bebernya.
Virus ini diketahui tidak menular antarmanusia melainkan hanya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Penularannya terjadi melalui urin, feses, atau air liur tikus yang terhirup atau masuk ke tubuh manusia. Gejala hantavirus bisa berupa demam dan sesak napas hingga bisa berbahaya dengan tingkat fatalitasnya mencapai 30-50 persen.
"Makanya kalau kita kena kencing tikus, pegang tikus atau tikus lewat ke kita punya makanan dan masuk ke mulut, terhirup, nah itu kita akan tertular, tapi tidak akan menyebar antar manusia seperti penyakit batuk pilek," Terang Christian.
Menurutnya, cara terbaik untuk mencegah tertular hantavirus yakni melalui cara hidup bersih dan sehat. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, masyarakat yang tinggal di perumahan yang berdempetan.
Menurutnya, penyakit apapun harus segera ditangani agar tidak mengakibatkan penyakit lebih yang serius.
"Kita tak bisa menyepelekan, tapi juga tak perlu panik yang dibutuhkan pola hidup sehat dan bersih," pungkasnya. (es)
Dapatkan sekarang