Seruan 'Pulang' dan Penguatan Iman Kaum Muda, Pemuda GMIT Klasis TTU Gelar Ibadah Natal Bersama
Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Timor Tengah Utara (TTU) foto bersama usai menggelar ibadah Natal di wilayah Biboki Anleu, Kabupaten TTU, Senin (29/12/2025). 
Redaksi
31 Dec 2025 08:04 WITA

Seruan 'Pulang' dan Penguatan Iman Kaum Muda, Pemuda GMIT Klasis TTU Gelar Ibadah Natal Bersama

TTU, NTTzoom.com— Ratusan Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Timor Tengah Utara (TTU) menggelar ibadah Natal bersama di wilayah Biboki Anleu, Kabupaten TTU, Senin (29/12/2025). 

‎Perayaan Natal ini menjadi momentum penguatan iman sekaligus seruan reflektif bagi kaum muda GMIT untuk kembali memaknai jati diri dan relasi iman dalam terang kelahiran Kristus.

‎Ibadah Natal Pemuda GMIT Klasis TTU tersebut dihadiri Ketua Majelis Klasis (KMK) TTU, Pdt. Andreas Nubatonis, S.Th, Wakil KMK TTU yang juga Ketua Majelis Jemaat Syalom Maumolo, Pdt. Petriwani Banamtuan, S.Th, para pendeta dan vikaris, Ketua UPP Pemuda Klasis TTU Diaken Otje Taopan, Ketua Pemuda Klasis TTU Ampilatus Boling Weni, A.Md, serta ratusan pemuda dari seluruh jemaat se-Klasis TTU.

‎Kedatangan para pemuda disambut hangat oleh Ketua UPP Pemuda Biboki Anleu, Randy Padji, bersama Ketua Pemuda Jemaat Pniel Ponu, Gam Nino, dan pemuda setempat. 

‎Ibadah Natal yang dimulai pukul 16.00 WITA ini berlangsung di Gedung Kebaktian Jemaat Pniel Ponu sebagai tuan rumah, dipimpin Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Hendrina Susanti Tamelab, S.Th.

‎Ibadah dipandu para vikaris dan diwarnai pujian solo serta penampilan vokal grup dari pemuda-pemudi GMIT. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yanti F. Silopo, M.Si, dengan tema renungan “Allah Hadir dan Penyertaan-Nya Menyelamatkanmu” yang diambil dari Yosua 1:1–9. 

‎Dalam khotbahnya, Pdt. Yanti mengajak kaum muda untuk tetap teguh menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kuat.

‎“Jangan khawatir. Seperti firman Tuhan kepada Yosua: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab Aku menyertai engkau,” ujar Pdt. Yanti menguatkan ratusan pemuda yang hadir.

‎Sementara itu, Ketua Majelis Klasis TTU, Pdt. Andreas Nubatonis, S.Th, menegaskan bahwa Natal tidak hanya berbicara tentang kehadiran Allah, tetapi juga tentang panggilan untuk pulang.

‎“Natal juga berisi pesan panggilan. Panggilan untuk pulang — pulang ke kampung halaman, pulang ke tanah leluhur, pulang memaknai identitas asal, dan pulang ke dalam relasi keluarga yang utuh,” jelas Pdt. Andreas.

‎Ia menambahkan, pemuda GMIT diajak memaknai Natal sebagai panggilan untuk pulang ke Betlehem, tempat Allah hadir menjangkau ciptaan-Nya melalui kasih yang nyata.

‎“Pulang untuk memahami Natal sebagai peristiwa spektakuler Allah, ketika kasih itu berwujud daging dan hadir sebagai manusia,” tambahnya. 

‎Lebih lanjut, Pdt. Andreas juga mengingatkan kaum muda agar tidak larut dalam dunia maya dan budaya scrolling yang menjauhkan dari realitas hidup dan relasi nyata.

‎“Pemuda GMIT dipanggil pulang dari dunia maya untuk mengenali diri sebagai orang-orang yang ditebus oleh karya Allah, hadir di dunia nyata, dan memperkuat relasi dalam keluarga,” pungkasnya.

‎Perayaan Natal Pemuda GMIT Klasis TTU ini diharapkan menjadi titik balik bagi kaum muda untuk terus bertumbuh dalam iman, menjaga identitas, serta berperan aktif dalam gereja, keluarga, dan masyarakat.

‎Ibadah natal pemuda ini diakhiri dengan makan bersama, yang disiapkan oleh para ibu jemaat di bawah koordinasi Wakil Ketua Majelis Jemaat Pniel Ponu, Diaken Isak Tefa. (es) 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai