Kupang, NTTzoom.com – Dojo SMKN 1 Kupang A keluar sebagai juara umum Kejuaraan Shorinji Kempo Antardojo se-NTT memperebutkan Piala Bergilir Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III Tahun 2026. Kejuaraan yang berlangsung pada 2–6 November 2026 tersebut resmi ditutup melalui partai final di Semau Sport City, Kabupaten Kupang, Jumat (6/11/2026).
SMKN 1 Kupang A tampil sebagai kontingen terbaik dengan mengoleksi 18 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu atau total 40 medali.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan LLMC tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang kompetisi olahraga. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi momentum untuk mempromosikan potensi pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Menurut Julie, kehadiran atlet, pelatih, ofisial, keluarga, dan masyarakat dari berbagai daerah di NTT merupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi Pulau Semau kepada khalayak yang lebih luas.
Ia berharap Semau tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu destinasi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Anggota DPR RI Fraksi NasDem tersebut menilai penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala daerah memiliki potensi besar untuk menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, mulai dari transportasi lokal, kuliner, UMKM, akomodasi, hingga jasa lainnya.
Karena itu, menurutnya, pengembangan sport tourism membutuhkan kolaborasi antara organisasi olahraga, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat setempat.
Di samping mendorong pengembangan pariwisata olahraga, Julie menegaskan bahwa pembinaan atlet tetap menjadi tujuan utama penyelenggaraan LLMC.
"Kejuaraan ini menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet potensial, meningkatkan kemampuan, memperkuat persaudaraan antardojo, serta mempersiapkan atlet NTT menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional," katanya.
Keseriusan PERKEMI NTT dalam mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, serta PON 2028 juga ditunjukkan melalui rencana mendatangkan pelatih dari Jepang untuk melatih atlet-atlet NTT.
Julie juga menekankan bahwa keberhasilan seorang kenshi tidak hanya diukur dari kemampuan teknik dan perolehan medali, tetapi juga dari pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, serta pengamalan nilai-nilai persaudaraan dalam Shorinji Kempo.
Atlet yang meraih kemenangan diharapkan tidak cepat berpuas diri. Sementara itu, atlet yang belum berhasil diminta menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
Dalam klasemen akhir, Dojo SMKN 1 Kupang A menempati posisi pertama dengan 18 emas, 11 perak, dan 11 perunggu atau total 40 medali. Posisi kedua ditempati Dojo KONI NTT dengan 9 emas, 9 perak, dan 7 perunggu atau total 25 medali. Sementara posisi ketiga diraih Dojo Malaka dengan 9 emas dan 6 perunggu atau total 15 medali.
Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada atlet Kempo NTT.
George mengatakan, selama 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet yang mengikuti kejuaraan antarkota mendapatkan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta.
Ia menyebutkan total dukungan yang diberikan mencapai Rp228 juta. Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir secara langsung juga memberikan tambahan sumbangan sebesar Rp100 juta untuk seluruh atlet.
Menurut George, dukungan tersebut harus dijawab dengan pencapaian prestasi.
"Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah," tegasnya.
George juga menyampaikan terima kasih kepada Vito Valentino Laiskodat selaku pemilik event dan penanggung jawab keluarga dalam penyelenggaraan LLMC Cup III Tahun 2026. Ia mengapresiasi dukungan dan kontribusi yang diberikan sehingga kejuaraan tersebut dapat terlaksana dengan baik serta memberikan ruang bagi pembinaan atlet Kempo NTT.
Sementara itu, Ketua Panitia LLMC Cup III Tahun 2026, Ignasius Repelita Rega, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Gubernur NTT selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah se-NTT, jajaran pengurus PERKEMI, perangkat daerah terkait, tim medis, insan pers, orang tua kenshi, wasit, serta para pelatih.
Ia menjelaskan, panitia memberikan penghargaan berupa medali dan piagam kepada para juara pertama, kedua, dan ketiga. Selain itu, bonus pembinaan juga diberikan kepada kontingen atau dojo yang menempati peringkat 1 hingga 10, serta penghargaan khusus bagi kenshi dan wasit teladan.
Pelaksanaan LLMC Cup III yang diperluas dengan mempertandingkan cabang olahraga Kempo dan tinju turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Salah satunya terlihat dari kehadiran puluhan pelaku UMKM yang membuka lapak selama kegiatan berlangsung.
Pada partai final Kempo di Semau Sport City, ratusan atlet, ofisial, pengurus PERKEMI NTT, serta orang tua atlet memadati lokasi pertandingan.
Untuk mendukung mobilisasi peserta dan keluarga atlet menuju Pulau Semau, Ketua Umum Pengprov PERKEMI NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, memfasilitasi penyeberangan dengan mencarter seluruh perahu yang melayani rute Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi, Semau.
Antusiasme juga terlihat di area pertandingan. Puluhan tenda UMKM lokal yang menjajakan berbagai makanan dan minuman ramai dikunjungi atlet maupun penonton.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku sangat terbantu dengan penyelenggaraan kegiatan di Semau Sport City. Kehadiran atlet dan pengunjung memberikan tambahan pembeli sekaligus meningkatkan pendapatan usaha mereka.
Penyelenggaraan LLMC Cup III pun tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pembinaan atlet Kempo, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat serta memperkenalkan Pulau Semau sebagai salah satu potensi pengembangan sport tourism di NTT. (nz)
Dapatkan sekarang