JAKARTA, NTTzoom - Tokoh pers dan mantan duta besar Indonesia untuk Republik Ceko, Prof Salim Said tutup usia, Sabtu (19/5/05/2024).
Kabar kepergian Salim Said dikonfirmasi sang istri, Herawaty melalui pesan singkat yang diterima sejumlah wartawan pada Sabtu.
"Berita duka dari Kak Hera, istri Prof Salim Said menyampaikan berita duka. Sahabat kita, wartawan senior, tokoh pers, dan perfilman nasional Prof DR Salim Said telah tiada," tulis pesan yang tersebar di kalangan wartawan.
Dalam pesan tersebut, disebutkan juga jenazah Salim Said akan disemayamkan di rumah duka Kompleks Wartawan PWI, Cipinang, Jakarta Timur.
Rencananya, jenazah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Minggu (19/5/2024) siang ini.
Adapun Prof Salim Haji Said, Ph.D lahir 10 November 1943 di Bugis, Sulawesi Selatan atau di Desa Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang).
Salim mengikuti pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia (1964-1965), Fakultas Psikologi UI (1966-1967), tamat Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1977), dan meraih Ph.D. dari Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat (1985).
Ia pernah menjadi redaktur Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan redaktur majalah Tempo (1971-1987). Salim pernah mengajar di Sekolah Ilmu Sosial dan menjadi anggota Dewan Film Nasional.
Sebagai anggota dari Dewan Film Nasional dan Dewan Kesenian Jakarta, ia sering berpartisipasi dalam diskusi tentang film, sejarah, sosial dan politik Indonesia dalam tingkat nasional maupun internasional.
Hasil karya buku yang ia tulis ialah Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak, Profil Dunia Film Indonesia dan masih banyak lagi. Tulisan-tulisannya mengenai sastra dimuat dalam Mimbar Indonesia, Bahasa dan Budaya, Horison, Budaya Jaya, dan lain-lain.
Selain itu, ia juga banyak menulis tentang film. Bukunya yang tentang film berjudul Profil Dunia Perfilman Indonesia (1982). (dev/jem/nz*)
Dapatkan sekarang