Urban Futures Siapkan Orang Muda Menjadi Pelopor Ketahanan Pangan di Manggarai 
Kegiatan Youth Entrepreneurship Camp (YEC) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT 27 April-1 Mei 2025.  
admin
28 Apr 2025 16:03 WITA

Urban Futures Siapkan Orang Muda Menjadi Pelopor Ketahanan Pangan di Manggarai 

LABUAN BAJO, NTTzoom.com - Ketahanan pangan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi —diperlukan orang muda yang terlatih, kreatif, dan berorientasi pada perubahan sosial.  

Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis) bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyelenggarakan Youth Entrepreneurship Camp (YEC) di Labuan Bajo, 27 April-1 Mei 2025.  

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Urban Futures - NURTURE, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas orang muda dalam membangun usaha pangan lokal yang adil dan berkelanjutan.  

Sebanyak 100 peserta dari sepuluh kecamatan di Manggarai Barat mengikuti pelatihan intensif ini untuk mengeksplorasi pemahaman mengenai strategi pengembangan bisnis, sistem pangan, manajemen finansial, dan kepemimpinan diri.  

Kolaborasi ini mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Merekq sangat mengapresiasi kehadiran program Urban Futures - NURTURE di Manggarai Barat.  

"Inisiatif ini sejalan dengan perhatian khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat mengenai isu ketahanan pangan yang tertuang dalam arah kebijakan RPJMD 2025 2029 serta komitmen kami untuk memperkuat peran orang muda dalam pembangunan daerah. Sebagai bagian dari masa depan, orang muda harus memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki Manggarai Barat. Jadi, momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan orang muda untuk belajar banyak hal dan mempersiapkan diri,” ujar Petrus A. Rasyid, Kepala BAPPEDA Kabupaten Manggarai Barat.  

Tunggal Pawestri, Direktur Eksekutif Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial dalam sambutannya mangatakan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga terkait dengan aspek aksesibilitas, keberlanjutan, dan keberagaman pangan. Dalam konteks ini, orang muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan.  

Dengan kreativitas dan keterampilan yang terus berkembang, orang muda dapat berkontribusi dalam menciptakan inovasi di sektor pangan, baik melalui produksi, distribusi, maupun pemasaran berbasis teknologi.  

“Mendorong orang muda untuk berwirausaha di sektor pangan tidak hanya membantu mengurangi tingkat pengangguran, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil dan beragam bagi masyarakat. Dengan bekal pelatihan dan pendampingan yang tepat, orang muda dapat dan telah mengembangkan usaha berbasis pangan yang berkelanjutan, memanfaatkan sumber daya lokal, serta berkontribusi dalam memperkuat sistem ketahanan pangan di Kabupaten Manggarai Barat," tambahnya.  

Setelah menyelesaikan Youth Entrepreneurship Camp, 50 orang muda terpilih akan mendapatkan pendampingan intensif untuk mengembangkan dan menjalankan model bisnis pangan yang berdampak sosial. Mereka akan difasilitasi dalam bentuk mentoring, pelatihan lanjutan, dan dukungan akses pasar.  

Pribadi Setiyanto, Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, mengungapkan, pogram ini akan memberdayakan orang muda dengan keterampilan teknis dan alat yang tepat untuk mengembangkan usaha mereka.  

"Kami menggunakan pendekatan yang sangat aplikatif mulai dari perencanaan bisnis dengan lean canvas, analisis kondisi keuangan usaha, hingga pengenalan teknologi digital untuk mendukung rantai pasok pangan lokal. Harapannya, bekal ini dapat mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan pangan yang inklusif, berketahanan iklim, dan digerakkan oleh orang muda," katanya. 

Ia menambahkan, Urban Futures - NURTURE menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis komunitas, kolaboratif, dan youth-driven mampu menghadirkan harapan baru dalam transformasi sistem pangan lokal. (jr/nz*)

 

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai