Utusan Khusus Presiden RI Mohammad Mardiono Ungkap MBG Bukan Sekedar Gizi dan Gratis 
Urusan Khsusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan Mohammad Mardiono saat berdialog dengan MUI NTT di Kupang, Sabtu (29/11/2025).
Utusan Khusus Presiden RI Mohammad Mardiono Ungkap MBG Bukan Sekedar Gizi dan Gratis 
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan <br> <br> <br> <br>Sumber foto: Google
PP
30 Nov 2025 10:19 WITA

Utusan Khusus Presiden RI Mohammad Mardiono Ungkap MBG Bukan Sekedar Gizi dan Gratis 

KUPANG, NTTzoom.com - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan Mohammad S. Murdiono mengungkapkan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto bukan sekedar soal Gratis dan Bergizi.

Hal ini diungkapkan Mardiono saat berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MIU) Provinsi NTT di Kupang, Sabtu (29/11/2025).
Mardiono mengatakan, Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga kekuatan ekonomi benar-benar tumbuh dari rakyat termasuk program MBG. 

"MBG diperuntukan bukan semata -mata untuk gizinya dan gratisnya tapi mencetakan ekonomi dari rakyat  ke rakyat. Jadi kalau MBG itu seluruh fasilitas MBG itu sudah merata maka ada juga pencetakan lapangan kerja dan pertukaran ekonomi," ungkap Mardiono. 

Ia mengatakan, persoalan pangan adalah kunci mati yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa, Indonesia harus mencapai swasambada pangan.  

"Kita harus makan dari hasil bumi kira sendiri, kita harus mencukupi dari hasil bumi kita sendiri, kalau perlu kita menjual ke bangsa-bangsa yang lain. Itu adalah cita-cita bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Dia mengatakan, Provinsi NTT juga mendapatkan manfaat dari program MBG, sehingga sudab pasti mendapatkan manfaatnya terutama ketersediaan bahan baku.
"Maka akan diperlu seluruh bahan bakunya. Ada telur, daging ayam, daging sapi dan sayur mayur. Otomatis kalau ada serapan pasar maka otomatis petani dia akan menanam, sehingga kalau panen pasti ada yang membeli sehingga mencetak sebuah perekonomian yang tumbuh dari rakyat dan untuk rakyat," tandas Mardiono.
Selain itu, kehadiran koperasi merah putih juga memberikan manfaat kepada masyarakat terutama soal penyaluran subsidi. 

"Dengan didirikannya koperasi merah putih mencetakan ekonomi bersama di tingkat kelompok masyarakat. Sehingga semua subsidi langsung ke rakyat seperti BBM dan pupuk langsung kepada masyarakat.
Tidak lagi mampir ke agen-agen, tidak lagi mampir ke pedagang-pedagang, tidak lagi mampir ke tengkulak-tengkulak," kata Mardiono. 

Ia mengatakan, di NTT untuk mendapatkan BBM subsidi itu masih susah. Kalau pun ada subsidi di SPBU yang isi itu banyak mobil-mobil milik orang berduit.
"Tapi orang pedesaan masih mengkonsumsi BBM, yang harganya di atas harga normal," kata Mardiono. 

Ketua MUI NTT Mohammad S. Wongso mengatakan sama sekali tidak berpikir akan bertemu Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, Mohammad S. Mardiono. 

"Hidup adalah misteri. Saya tidak membayangkan hari ini saya bisa ketemu begitu gampang, dengan urusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan bapak Muhammad S Mardiono yang juga Ketum PPP karena ini Allah yang mengatur kita harus bertemu di sini," ujar Wongso.
Wongso menyampaikan sejumlah masukan dan keluhan yang perlu mendapatkan perhatian Mardiono untuk didiskusikan bersama. 

'Mohon maaf apa yang disampaikan adalah sebuah realita dan saya tidak sembunyi-sembunyikan. Saya ingin beban ini selaku ketua MUI tiap hari saya pikul, jadi hari ini kita bagi kepada bapak ketua umum PPP terlebih lagi sebagai Utusan Khsusis Presiden Bidang Ketahanan Pangan," katanya.

Dapatkan sekarang

NTT Zoom, Ringan dan cepat
0 Disukai