Kupang, NTTzoom.com — Warga RT 014 RW 003 Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, digemparkan dengan penemuan mayat janin bayi yang terapung di dalam kali, Kamis (15/1/2026) pagi.
Kapolsek Kota Raja, AKP Frids Mada, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan tersebut sekitar pukul 10.30 Wita.
“Anggota piket Polsek Kota Raja menerima informasi dari warga terkait penemuan mayat janin bayi yang terapung di kali dekat asrama TNI di Kelurahan Kuanino,” kata AKP Frids Mada saat dikonfirmasi NTTzoom.com.
Penemuan berawal ketika saksi Petrus Kia, sekitar pukul 10.00 Wita bangun pagi dan hendak buang air kecil. Rumah yang ditempati saksi berada tepat di belakang kali. Saat membuka pintu rumah, saksi melihat benda mencurigakan terapung di aliran kali tersebut.
“Saya lihat ada sesuatu yang terapung di kali, setelah saya perhatikan ternyata mirip janin bayi manusia,” ujar Petrus Kia.
Merasa ragu dan takut, Petrus kemudian memanggil istrinya, Lensania Lema Sabon, untuk memastikan temuan tersebut.
“Saya juga kaget dan takut. Kami sempat mau panggil tetangga, tapi tidak ada orang di rumah sebelah,” ungkap Lensania.
Karena kebingungan, Lensania kemudian menghubungi pemilik rumah tempat mereka tinggal sementara, atas nama Aldo. Pasangan suami istri tersebut diketahui berasal dari Flores Timur, Adonara, dan sedang berada di Kota Kupang untuk keperluan berobat.
“Pemilik rumah menyarankan agar kami melapor ke pihak pemerintah setempat,” lanjut Lensania.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Lurah Kuanino, Esterfina Banik, yang menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kuanino, Aiptu Carlos Tuka.
Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan ke piket Polsek Kota Raja dan tim Identifikasi Polresta Kupang Kota.
Sekitar pukul 11.00 Wita, piket gabungan Polsek Kota Raja yang dipimpin langsung oleh AKP Frids Mada bersama personel Intelkam, Reskrim, Samapta, serta tim Identifikasi Polresta Kupang Kota yang dipimpin AKP Sauleman Badu, tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tim gabungan langsung melakukan pengamanan lokasi, evakuasi, serta olah TKP untuk kepentingan penyelidikan,” jelas AKP Frids Mada.
Evakuasi janin bayi berhasil dilakukan sekitar pukul 11.45 Wita. Selanjutnya, pada pukul 12.00 Wita, janin bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan pemeriksaan medis.
“Namun karena dokter forensik masih melakukan kegiatan otopsi di lokasi lain, janin bayi sementara dititipkan di dalam freezer Rumah Sakit Bhayangkara,” tambahnya.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui jenis kelamin, berat badan, panjang janin, serta penyebab kematian.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul serta penyebab kejadian ini,” tegas AKP Frids Mada. (es)
Dapatkan sekarang